Bupati Irsyad Yusuf Berharap, Kecamatan Tosari Menjadi Miniatur Toleransi Dan Keberagaman Di Tanah Air

Pasuruan – Siapa yang tidak tahu dengan daya tarik Kecamatan Tosari dengan eksotisme gunung Bromo dan tingginya toleransi beragama disana? Pastinya sudah sangat familiar di masyarakat.

Hal itu juga yang menambah keyakinan Bupati Irsyad Yusuf bahwa Kecamatan Tosari ke depannya mampu menjadi miniatur toleransi kerukunan lintas religi. Sekaligus miniatur keberagaman di tanah air dengan heterogenitas sosial yang identik dengan masyarakat Tengger.

Disampaikan di hadapan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Daerah mengungkapkan beberapa fakta menarik tentang warga Tosari. Bahwa sekalipun pluralisme agama begitu kental, keguyuban warga setempat begitu harmoni dan rukun. Sehingga tak berlebihan jika kemudian Pemerintah Pusat melalui Menteri Agama memberikan predikat kepada Kecamatan Tosari sebagai “Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika”.

Baca juga  Pemerintah Genjot Potensi Pacitan jadi Destinasi Wisata Unggulan

“Mewakili masyarakat Kabupaten Pasuruan atas perkenannya Pak Menteri hadir di Tosari. Mudah-mudahan menjadi miniatur toleransi dan keberagaman di Indonesia. Kami yakin toleransinya luar biasa sehingga mendukung lintas agama untuk kemaslahatan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujar Bupati.

Bertempat di Lapangan Desa Ledok, Jumat (17/6/2022) sore, Bupati juga menuturkan secara  singkat tentang agenda Jambore Kemah Bakti Pemuda Lintas Agama Kabupaten Pasuruan. Berikut tujuan dan rangkaian kegiatan yang menyertai.

“Kegiatan Jambore Kemah Bakti Pemuda Lintas Agama diikuti oleh pemuda-pemuda lintas agama. Diantaranya dari Banser, Pecalang, Pemuda Tionghoa dan Gusdurian. Juga Pramuka dan organisasi masyarakat. Kegiatannya, ada bakti sosial, anjangsana dan kerja bakti untuk tempat ibadah. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan rasa patriotisme dan toleransi,” jelasnya.

Baca juga  Pemerintah Genjot Potensi Pacitan jadi Destinasi Wisata Unggulan

Hadir bersama Wakil Bupati Mujib Imron dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan, Bupati berharap, bersatunya pemuda lintas agama dalam satu forum tersebut dapat lebih meneguhkan tingginya toleransi dan kerukunan antar umat bergama di Kabupaten Pasuruan.

“Peserta dari masing-masing ormas agama dicampur jadi satu. Harapannya bisa berbaur dengan tema “Keberagaman Menyatukan Keberagaman Untuk Kemaslahatan”. Terlebih kerukunan antar umat menjadi modal pembangunan di Kabupaten Pasuruan,” ungkap Bupati.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Agama mengapresiasi Jambore Kemah Bakti Pemuda Lintas Agama Kabupaten Pasuruan yang terlaksana dengan sukses. Sekaligus mengajak seluruh peserta kegiatan untuk menangkal segala bentuk paham radikalisme yang sangat berpotensi muncul di masyarakat.

“Saya yakin, dengan kebersamaan kita hari ini, maka Indonesia di masa akan datang akan baik-baik saja. Mari kita bersatu-padu menjaga kerukunan antar umat di tanah air. Tolak paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Semuanya harus bersama-sama,” ucap Menteri Agama dengan lantang seraya memberikan semangat kepada seluruh pemuda lintas agama yang hadir.

Baca juga  Pemerintah Genjot Potensi Pacitan jadi Destinasi Wisata Unggulan

Diketahui, diantara rangkaian kegiatan Jambore Kemah Bakti Pemuda Lintas Agama Kabupaten Pasuruan adalah Rakornas Banser. Adapun pesertanya diikuti oleh Kasatkorwil se-Indonesia dengan jumlah 65 peserta.

Setelah mengukuhkan Kecamatan Tosari sebagai “Kecamatan Bhineka Tunggal Ika”, Menteri Agama juga meresmikan Masjid Pancasila di Dusun Banyumeneng. Dilanjutkan dengan meresmikan gedung madrasah MAN IC yang dibangun di lahan seluas 6 hektar, hibah dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. (Niz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *