Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyerukan agar perempuan terus mengembangkan usahanya, terutama bagi ibu-ibu yang baru merintis usaha mikro.
“Alhamdulillah kegiatan usaha ibu-ibu makin banyak. Ini harus dikembangkan,” ujarnya Senin (8/8).
Menurutnya Pemerintah sudah memberikan pendampingan dalam peningkatan usaha. Lebih dari itu, DPRD Surabaya juga mendorong agar Pemerintah Kota menyiapkan pasar bagi produk ibu-ibu.
“Pemerintah belum lama ini juga sudah menyiapkan pasar, termasuk pasar difital e-peken,” sambungnya.
Pada tingkat pendampingan, lanjut Reni, tinggal bagaimana ibu-ibu ini bisa menghasilkan produk yang berkualitas.
“Bagaimana kemudian mempacking produk itu supaya menarik, ya? Saya kira itu menjadi tugasnya dinas. Seperti di kelurahan, harus tahu potensi-potensi yang dimiliki oleh para pengusaha mikro. Kemudian mengedukasi mereka dan mengajaknya,” urainya.
Ketika sudah melakukan pendampingan, tegasnya, maka harus diketahui sifatnya manajerial dalam pengelolaan ataukah hanya pendampingan yang sifatnya menyiapkan pemasaran dan sebagainya.
“Jadi semangat ini harus diberi ruang tempat. Mereka (ibu-ibu) mau berusaha itu loh sangat menguntungkan bagi Pemerintah. Dengan berwirausaha, maka mereka tidak hanya menunggu dan meminta bantuan seperti masa pandemi. Bahkan, usahanya berkembang dan akan menciptakan kerja bagi yang lain,” tegasnya. Bg












