Inspiratif, Siswa SD di Surabaya Bongkar Celengan untuk Daftar Umrah

Cara yang dilakukan oleh Surya Adil Sutrisno (11) untuk bisa menunaikan ibadah Umrah ke tanah suci patut diapresiasi sekaligus menginspirasi. Sebab ia rela menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung di celengan guna mendaftar umrah. Dalam waktu setahun sudah ada dua kaleng celengan yang penuh uang mulai uang logam Rp 100 hingga uang kertas Rp 100 ribu.

Sabtu (26/8/2022) malam, Adil (sapaan akrabnya, red) membawa dua kaleng celengan tersebut ke Pameran Hajj & Umra Travel Expo yang digelar majalahnurani.com di atrium Royal Plaza Mall Surabaya. Didampingi ayah ibunya, Adil mendaftar Umrah di Mina Wisata Islami tour & Travel. Kedua kaleng celengan itupun dibongkar. Setelah dihitung bersama pihak Mina Wisata terkumpul Rp 5.859.700. Uang tersebut digunakan sebagai DP (Down Payment) pembayaran Umrah. Adil berencana berangkat umrah tahun depan bersama keluarganya.

Adil bersama ayah dan ibunya

“Mulai (menabung di celengan, red) kelas empat, sekarang saya kelas 5,” ujar Adil yang tercatat sebagai siswa MIN 1 Surabaya (seringkat SD).

Baca juga  Total 30 Jemaah Embarkasi Surabaya Dipastikan Gagal Berangkat Haji Tahun 2026

Adil menjelaskan, uang di celengan itu berasal dari uang saku sekolah, hasil jualan miniatur truck, dan uang lebaran. Adil punya keahlian membuat miniatur truck yang terbuat dari kertas kardus. Hasil karyanya itu ia jual ke teman-teman sekolahnya.

Adil mengaku tidak terlalu tertarik membeli mainan. Jika ada uang lebih, dirinya lebih memilih mengisi celengannya. Ia termotivasi untuk bisa Umrah lagi. Sebelumnya, Adil pernah berangkat umrah saat duduk di kelas 2. Saat itu pun uang daftar Umrah juga berasal dari bongkar celengan.

“Sudah cukup (beli mainan, red) penginnya Umrah lagi,” tagas Adil.

Sementara itu ibu Adil, Ani Zulalu Umi (42) bangga dan senang dengan kegemaran anaknya untuk menabung di celengan. Umi sendiri awalnya tidak menyangka anaknya bisa gemar menabung. Menurutnya Adil termotivasi menabung setelah ayah, ibu serta kakaknya berangkat Umrah.

“Waktu kakaknya Umrah, Adil termotivasi. Saya bilang untuk mencoba menabung, kurangi beli jajanan dan mainan, uang sakunya hanya Rp 5 ribu perhari, terus saya selalu bawakan Adil makanan atau roti dari rumah sehingga Adil jarang jajan di sekolah,” ungkap Umi.

Baca juga  DPR Dorong Reformasi Sistem Asuransi Kesehatan Jemaah Haji tak Berbelit
Adil menerima kwitansi DP pembayaran Umrah di Mina Wisata Islami

Untuk menutupi sisa pembayaran Umrah, Umi juga memotivasi Adil untuk menabung lagi sembari menunggu pemberangkatan tahun depan.

“Insya Allah berangkat Umrah tahun depan dengan travel Mina Wisata,” punkas Umi.

Di tempat yang sama, Sutrisno (44) ayah Adil juga mengaku senang anaknya rajin menabung. Hal itu bisa membantu meringankan orangtua, paling tidak Adil tidak hanya bisa minta (Umrah) tapi juga bisa ikut membantu dengan menabung.

“Sejak Adil kecil selalu saya ajari untuk hemat dan semangat mencari tambahan, insya Allah kalau ada rejeki tahun depan kami sekeluarga akan berangkat umrah,” kata Sutrisno.

Rohmah Hidayati, General Manager Mina Wisata Islami

Sementara itu Rohmah Hidayati, General Manager Mina Wisata Islami mengapresiasi usaha yang dilakukan Adil. Menurutnya, Adil bersama keluarganya merupakan alumni jamaah umrah Mina Wisata beberapa waktu yang lalu.

Baca juga  KH Cholil Nafis Imbau Jemaah Haji Tidak Flexing

“Sejak awal adik Adil memang ingin bisa berangkat umrah lagi tapi tidak dengan biaya orang tuanya, meskipun ia masih kecil namun sudah menabung sedikit demi sedikit sekarang bisa buat DP umrah, segera segera terpenuhi dari target pembayarannya,” ujarnya.

Masih kata Rohmah, secara lebih luas ia mengapresiasi seluruh umat muslim yang mempunyai niatan ke tanah Suci. Pihaknya memberikan kemudahan menerima berapa pun dana jamaah yang dimiliki sebagai uang DP.

“Berapapun dana yang dimiliki kami mentargetkan hanya dengan Rp 1,5 juta saja sebagai DP umrah. Niat umrah jika tidak disettai dengan sikap atau perilaku pasti tidak akan (terwujud), insya Allah dengan DP Rp 1,5 juta nanti akan lebih termotivasi untuk menabung dan melunasi, kemudian menentukan kapan target berangkat umrahnya, karena di Mina Wisata yang menentukan kapan berangkatnya itu bukan kami, bukan travel, tetapi jamaah itu sendiri,” pungkasnya. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *