Siti Noordjannah Luncurkan Gerakan Nasional Paralegal ‘Aisyiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini memberikan penghargaan sebesar-besarnya pada Majelis Hukum dan HAM PP ‘Aisyiyah pada peluncuran Gerakan Nasional Paralegal ‘Aisyiyah pada Jum’at (9/9) di Gedung Amphiteater Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Hadir langsung dalam acara tersebut, Noordjannah mengatakan bahwa sejak awal ‘Aisyiyah telah menyuarakan untuk membela kepentingan perempuan, anak dan kelompok rentan. Gerakan ‘Aisyiyah yang terwujud dalam gerakan sosial kemasyarakatan ini telah dilakukan sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata ‘Aisyiyah untuk kemerdekaan bangsa.

“Gerakan, ikhtiar, dan mars sudah mengajak beramal dan berdarma bakti untuk membangun negara,” tutur Noordjannah dalam siaran pers yang dibagikan ke majalahnurani.com. Oleh karena itu, kehadiran ‘Aisyiyah ini menurutnya memang untuk tegaknya bangsa Indonesia dan memberikan kontribusi nyata menyelesaikan persoalan bangsa dengan melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Gerakan ‘Aisyiyah dalam dakwah keumatan dan kebangsaan ini, ditegaskan Noordjannah, penting untuk hadir di tengah masyarakat terlebih bagi kaum rentan, marginal, dan terpinggirkan.

Baca juga  Olimpiade di UNAIR Wadahi Pengembangan Gagasan, Kolaborasi, dan Inovasi Mahasiswa

Maka gerakan yang dilakukan ‘Aisyiyah haruslah adaptif dan memberikan solusi. Adanya gerakan nasional paralegal ‘Aisyiyah ini salah satu upaya perhatian ‘Aisyiyah dalam melakukan pendampingan pada persoalan keadilan yang berkaitan dengan hukum. Dengan adanya 25 Posbakum yang telah tersedia di berbagai provinsi ini dapat membantu akselerasi program lebih cepat dan maksimal.

Dalam memberikan bantuan hukum maupun pendampingan, Noordjannah berpesan agar para kader-kader Paralegal ini nantinya bersifat inklusif. Gerakannya tidak ada memberikan pendampingan dengan memilah-milih siapa yang dibantu tapi harus membantu semua.

“Gerakan dakwah inklusif ini memang sudah sejak dari Persyarikatan ini lahir, kepentingannya untuk kepentingan umat seluas-luasnya. Biarpun negara indonesia ini berbeda-beda, tetapi semuanya itu menjadi bagian dari dakwah kita dakwah rahmatan lil alamin. ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah ini sudah dan akan terus melakukan itu karena turut berjihad untuk kehadiran NKRI,” terang Noordjannah.

Baca juga  RUU Polri Disetujui, Syarat Masuk Polisi Minimal SMA

Dengan gerakan-gerakan yang telah dilakukan ‘Aisyiyah, lanjut Noordjannah, harus dimaknai dan dipersyaratkan sebagai program yang berkaitan dengan spirit dakwah dan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

“Pelatihan dan kegiatan paralegal pun harus ada spirit penghambaan kita kepada Allah yang dituangkan dalam memberikan kegiatan yang inklusif,” tegasnya. Maka ‘Aisyiyah tidak boleh hanya prihatin saja tetapi harus juga memberikan aksi nyata.

“Melalui launcing ini harapan besar untuk bersinergi supaya ‘Aisyiyah bisa berbuat lebih banyak untuk memberikan solusi atas permasalahan bangsa,” ungkap Noordjannah.

“Kami berharap kader-kader ‘Aisyiyah yang hadir di sini bisa menyemarakkan seluruh kegiatan pembelaan pada warga bangsa kita yang mendapatkan persoalan hukum,” pungkasnya. Bg

Baca juga  RUU Polri Disetujui, Syarat Masuk Polisi Minimal SMA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *