SD Muhammadiyah 18 Gelar Sholat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

SD Muhammadiyah 18 Surabaya turut berduka cita atas tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan suporter Arema FC meninggal dunia.

Selain ungkapan duka, pihak sekolah juga menggelar sholat gaib dan doa bersama yang diikuti siswa kelas 4, 5 dan 6, pada Senin (3/10).

“Kami turut mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas tragedi Kanjuruhan,” ungkap Kepala SD Muhammadiyah 18, Ustazah Baroroh Berlian Novantika diwawancarai majalahnurani.com.

Ustazah Baroroh menjelaskan, sholat gaib ini juga untuk menumbuhkan kepedulian empati siswa atas suatu musibah yang tengah terjadi.

“Jadi banyak siswa SD Muhammadiyah 18 yang cinta sepak bola dan bahkan bercita-cita jadi pesepakbola. Maka kita berharap sepakbola Indonesia  aman,” paparnya.

Baca juga  Disambut Antusias, Warga Kedung Cowek Serbu Gerakan Pasar Murah Pemkot

“Yang seharusnya sepakbola itu membanggakan, malah ini membuat kita berduka. Dalam pertandingan harus ada keikhlasan,” tegas Ustazah Baroroh.

Ahmad Farid, siswa SD Muhammadiyah 18 kelas 5 merasa sedih dengan kejadian itu. Meski demikian, dia tidak akan takut untuk menjadi pesepakbola.

“Ga takut jadi pemain bola. Tadi juga ikut sholat gaib untuk suporter yang meninggal,” ucapnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *