Siang itu, Rabu (12/10) ruang makan SD Sekolah Alam Insan Mulia (SD SAIM) Surabaya terlihat pernak-pernik informasi makanan khas se-Jawa Timur. Pajangan informasi yang didesain sebagai majalah dinding (mading) terpajang sepanjang 15 m yang digunakan sumber informasi, dilengkapi dengan makanan khas yang tersaji di atas meja.
Hampir semua siswa berpakaian khas daerah yang dipresentasikan. Demikian juga para ustadz dan ustadzah kelas 3. Rupanya mereka semua menyemarakkan kegiatan Festival Kuliner Jawa Timur ini secara totalitas.

Presentasi dilakukan seluruh siswa dua hari sebelum festival. Menurut Ustazah Hamdiyah, Humas SD SAIM, kegiatan ini sebagai pembelajaran kemampuan mengkomunikasikan informasi para duta tentang kuliner khas daerah masing-masing.
“Peserta festival kuliner ini diikuti 92 siswa kelas III didampingi seluruh guru kelas, dan partisipasi orang tua yang turut mendukung acara tersebut,” ungkapnya kepada majalahnurani.com.
Dijelaskan bahwa festival kuliner Jawa Timur ini merupakan desain pembelajaran mengenal budaya sebagai target pembelajaran integrasi di kelas 3 SD SAIM.
“Acara ini merupakan acara festival perdana di SD SAIM setelah dua tahun proses pembelajaran dilaksanakan secara daring,” imbuhnya.

Menariknya, kemeriahan acara dipenuhi antusias dukungan para orangtua yang hadir mengabadikan moment perdana tersebut.
“Aku senang karena sate Ponorogoku cepat habis. Itu sebenarnya harganya mahal! Tapi gak apa, berarti banyak yang suka makanan daerahku,” cerita Ayrania Aqeela Putri, siswi kelas 3 Dermawan, yang turut berbagi pengalaman positif atas kegiatan yang dijalaninya.












