Puncak Tema Sekolah Karakter SDM 24 Kuatkan Kultur Kebhinekaan

Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar Puncak Tema Kelas 3 pada Selasa (20/12/2022). Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 3 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

Ustazah Norma Setyaningrum MPd, Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyampaikan, hari ini pihaknya merayakan pelajaran tema yang sudah dipelajari oleh anak-anak ketika pembelajaran di kelas selama 1 semester.

“Mari kita merayakannya dengan baik dan positif,” tuturnya.

Ustazah Norma pun mengingatkan agar siswa senantiasa mensyukuri segala yang diberikan Allah SWT. Dalam hal ini adalah tentang penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa, baik suku, agama, ras, dan adat istiadat/budaya.

Baca juga  Pemkot Beri Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa SMA/SMK Sederajat

“Dalam Islam perbedaan adalah rahmat. Kita diperintahkan untuk saling mengenal (Ta’aruf),” terangnya.

Lebih dari itu, Ustazah Norma mengajak siswa agar menguatkan pengetahuan dengan cara selalu belajar di manapun berada dan jangan berhenti untuk selalu semangat dalam belajar.

“Saling menghargai dalam perbedaan. Kita harus mampu memahami bahwa berbeda itu indah. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara ragam suku budaya, berbeda tetap harus bersatu dengan saling menghargai dan menghormati sesama,” imbuhnya.

“Membiasakan perilaku yang terpuji, dengan menjaga lisan kita, perilaku kita. Kita biasakan di sekolah karakter ini akhlak yang baik, sehingga sekolah kita menjadi sekolah yang rama terhadap anak,” urai Ustazah Norma yang juga aktif di Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya.

Baca juga  440 Titik Genangan Tuntas, Pemkot Target Tangani 120 Lokasi Lain

Ustazah Diyan Sawiti SPd, Wali Kelas 3 JujurĀ  yang juga Koordinator Puncak Tema Kelas 3 menyampaikan, kegiatan kala itu mengambil tema ‘Berbeda itu Indah; Indonesia, The Land of Diversity’.

Acaranya dibuka dengan tarian yang menggambarkan tentang kebhinekaan. Kemudian, drama kolosal kampung bhineka, dan kuliner khas daerah Culinary Expo; Jawa, Madura, Sunda, Bali dan Betawi.

Menurut Ustazah Diyan, penguatan kultur kebhinekaan di lingkungan sekolah merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam. Juga pengamalan 4 Pilar Kebangsaan, dan implementasi Bintang Karakter ke-2 yakni Hormat, Santun dan Menjadi Pendengar yang Baik.

“Ini adalah komitmen kami sebagai sekolah dengan brand Karakter,” tegasnya. (Editor: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *