Mengawali Pembelajaran semester dua di tahun 2023 ini Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 28 Surabaya yang dikenal dengan MIM Dupan ini mengadakan sosialisasi program sekolah dan parenting walimurid Sabtu (21/01).
Madrasah yang baru tujuh tahun berdiri ini dengan 207 siswa berlokasi di Jalan Bangkingan Lakarsantri Surabaya ini terus berbenah diri untuk menjadi Madrasah unggul.
Kegiatan parenting walimurid yang bertema “Membangun sinergi antar sekolah, orang tua dan anak” bersama Dr. Eko Setiawan, M.Pd. Sementara itu kepala Madrasah Rohim SHI M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi program sekolah dan parenting walimurid merupakan program tahunan yang dilakukan oleh MIM Dupan.
“Kegiatan ini sekaligus pemaparan sosialisasi program sekolah supaya antara sekolah, orang tua dan anak bisa sinergi dalam membimbing anak-anak,” ujarnya.
Dr Eko Setiawan, membuka materi dengan kisah Lukmanul Hakim dalam mendidik anak-anak yaitu dalam surat Lukman ayat 14-19 yaitu mengajarkan tentang tauhid, birrul walidain dan akhlaqul karimah.
Lebih lanjut dosen yang mengajar di salah satu universitas di Malang itu mengatakan bahwa anak itu mempunyai kecerdasan masing-masing dan tidak perlu membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain.
Dalam paparanya, dia menjelaskan untuk menjadikan anak satu sholeh membutuhkan sinergi orang dari berbagai pihak. Sekolah hebat adalah sekolah yang membuat pimpinannya, gurunya, orang tuanya dan peserta didiknya shalih.
“Sekolah keren bukan berorientasi pada piala tapi berorientasi pada pahala surga,” tuturnya.
Di akhir penjelasannya Dr Eko berpesan bahwa sekolah ini kalau ingin lompatanya jauh melesat maka dibutuhkan sinergi yang baik.
“Mulai dari pintu gerbang pak satpam, guru-gurunya dan kepala sekolahnya harus melayani siswa dengan sepenuh hati dan selalu tersenyum ramah,” katanya.
Bu Vira salah satu walimurid kelas 5 merasa senang dengan kegiatan ini. “Supaya adanya sinergi antara sekolah, orang tua dan anak bisa sinergi dalam membimbing anak-anaknya,” tuturnya. Bagus







