Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 (SDM 24) Surabaya merayakan milad yang ke-45, pada Sabtu (11/3) di halaman kampus 3, Ketintang Surabaya. Semarak kemeriahan milad ini sungguh terasa lantaran dekorasinya dalam suasana menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Spesialnya lagi di milad tersebut diisi dengan program unggulan SDM 24 yakni Bussines Day. Kontan saja, ratusan siswa pun antusias mengikuti Bussines Day. Lantas, apa itu Bussines Day?
Bussines Day merupakan program unggulan Sekolah Karakter SDM 24 yang rutin dilaksanakan setiap Maret. “Bertepatan dengan milad SDM 24 tahun ini, Bussines Day ini digabungkan. Tentu ada alasannya,” tutur Kepala Sekolah Karakter SDM 24 Ustazah Norma Setyaningrum diwawancarai.

Alasannya, lanjut Ustazah Norma, SDM 24 ingin mendidik siswa berkarakter dan berprestasi. Juga diharapkan siswa memiliki jiwa entrepreneur yang mana nanti kedepan tidak hanya sebagai pekerja, tapi juga menjadi pengusaha.
“Sebagaimana Rasulullah mengajarkan kita sebagai umat muslim. Dari 10 pintu rezeki itu, sembilannya adalah berdagang. Ini yang kita ajarkan sekaligus kita semarakkan di milad SDM 24,” paparnya.

Di kegiatan ini, sepekan sebelumnya, semua siswa memiliki peran dalam Bussines Day. Siswa dibagi per kelompok. Mulai belajar siapa yang memproduksi, promosi dan yang mendekorasi atau menjaga stand. Semua siswa berkolaborasi untuk mewujudkan semarak Bussines Day.
“Jadi ada diskusi anak, misal dalam produksi. Tentu anak tidak bisa mengerjakannya sendiri dalam produksi maka, kita kolaborasi dengan wali murid,” cerita Ustazah Norma.

Semua siswa dilibatkan sesuai porsinya masing-masing. Ada yang berjualan di stand, berjualan online dan ada yang pentas juga. Total saat itu ada 6 stand. Pihak SDM 24 mengakui jika saat itu sengaja mengangkat tema persiapan Ramadhan. Sambut Ramadhan dengan gembira, siap jiwa dan raganya.
Dengan Bussines Day, tentu ini merupakan pengalaman bagi anak-anak yang bisa diaplikasikan ketika smp atau sma nanti. “Tahun depan kita harapkan bisa semarak lagi. Melihat animo yang besar, kedepan melibatkan masyarakat luas,” tandasnya.
Nasya, siswa kelas 4 terlihat sangat antusias. Dia terus menawakan karyanya ke pengunjung yang berlalu lalang. Terlihat di stannya, kelompoknya Nasya berjualan spageti, es cocho jelly dan beberapa pernak-pernik. “Saya kelas 4. Di kelompok ini kebagian untuk nawarin. Seneng banget. Rame,” ungkapnya riang.
Bocah 8 tahun ini sangat antusias sekali lantaran dirinya gemar berjualan. Benar sekali di hari itu, jualannya dalam beberapa jam saja langsung ludes terjual. “Iya pengen jadi pengusaha sukses,” kata Nasya bercita-cita. Bagus







