Galerimu Edisi 2 Ramadhan 1444 H Resmi Dibuka PDM Surabaya

Galerimu Ramadhan 1444 H merupakan program Ramadhan yang digagas oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) kolaborasi dengan Organisasi Otonom Muhammadiyah Kota Kurabaya (‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyi’atul ‘Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 pekan, mulai 3-15 April 2023 dengan berbagai kegiatan. Mulai sholat terawih, bagi takjil, dan lomba-lomba yang diikuti oleh Sekolah Muhammmdiyah se-Surabaya.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Ustadz M. Jemadi, MA menyampaikan, kegiatan Galerimu ini adalah kegiatan bersama antara Majelis dan Lembaga di PDM Surabaya dengan Organisasi Otonom Muhammadiyah Kota Surabaya. Tahun ini adalah edisi 2 galerimu.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini yang sangat memberikan dampak positif bagi kegiatan dakwah Muhammadiyah di Kota Surabaya khususnya bagi warga Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah dan bagi pengkaderan Muhammadiyah. Saya selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya yang membidangi pendidikan, olahraga dan pembinaan ortom sangat support, kolaborasi dan kebersamaan ini harus terus dilakukan dalam rangka memperluas dan memperkuat dakwah Muhammadiyah di Kota Surabaya,” tuturnya dalam siaran pers kepada majalahnurani.com, Rabu (5/4).

Baca juga  Dispendik Pastikan Lulusan SD Tertampung di Semua SMPN dan Swasta

Masih Pak Je, panggilan akrabnya, kedepan pihaknya membutuhkan peran dari para kader untuk mengisi pos-pos di Majelis dan lembaga di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya.

Para kader muda harus diberi ruang untuk bersama dan melanjutkan keberhasilan kepemimpinan di masa mendatang. Dalam kesempatan ini, dia mengingatkan tentang keteladanan dari KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yang patut diteladani, yaitu: 1. Gagasan Pembaharuan dari Sang Pencerah KH. Ahmad Dahlan harus kita lanjutkan. Kita harus berfikir yang visioner dan berkemajuan untuk mengembangkan persyarikatan Muhammadiyah ke depan jauh lebih baik. Melestarikan budaya mengaji, mendalami ajaran Islam dari sumbernya yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah harus terus dilakukan untuk menyempurnakan langkah dakwah Muhammadiyah.

Baca juga  Surabaya Raih Tiga Penghargaan Nasional Kearsipan 2026

“Budaya mengaji adalah budaya KH. Ahmad Dahlan dalam memahami agama dan menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah,” sambungnya.

2. Memahami Kondisi umat Islam yang lebih kompleks tantangan zamannya. Dalam hal ini kita perlu meneguhkan kembali bahwa persyarikatan Muhammadiyah adalah;- Gerakan Islam yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, dua hal ini adalah sumber ajaran Islam yang harus dipegang teguh. – Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang harus terus digelorakan oleh seluruh warga Muhammadiyah, karena adalah kewajiban kita bersama.

Gerakan Tajdid/Pembaharuan yang menjadi dua sifat; 1. Purifikasi/pemurnian ajaran agama dari hal yang merusak ajaran Islam itu sendiri yaitu yang sering disebut TBC; Tahayul, Bid’ah dan Churafat. 2. Dinamisasi pemahaman ajaran agama mengikuti perkembangan zaman yang terus dinamis, tetapi tetap merujuk kepada landasan utama Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Baca juga  BRIDA Surabaya Dorong Metode Silvofishery untuk Perkuat Ekosistem Pesisir

Sementara M. Maulana Syaifuddin, ST Ketua Panitia Galerimu 1444 H menyampaikan syukur lantaran kegiatan itu bisa digelar.

“Alhamdulillah, Galerimu Edisi 2 bisa dilaksanakan di Ramadhan 1444 H. Kegiatan kolaborasi antar majelis dan lembaga Pimpinan Daerah Muhammadiyah dengan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah dengan berbagai agenda yang menarik,” imbuhnya.

Kegiatan pada galerimu kali ini adalah sholat terawih pimpinan ortom, guru dan karyawan utusan sekolah Muhammadiyah se-Surabaya, berbagai takjil berbuka puasa, dan lomba-lomba untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK Muhammadiyah se-Surabaya.

“Pesan ayahanda Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Bapak Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd. bahwa wuni (Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya), benar-benar menjadi pusat dakwah anak-anak muda Muhammadiyah,” tegasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *