Rochmat Bagus Apryatna alias Roy tak berkutik. Tangannya diborgol, kepalanya ditutup kain dan berseragam tahanan. Ia ditangkap polisi lantaran tega membunuh mahasiswi Universitas Surabaya (UBAYA) Angeline Nathania atau AN.
Guru les musik ini mengaku kalap karena sakit hati. Dihadapan Polrestabes Surabaya Roy membantah merencanakan pembantaian itu. Roy mengaku emosi saat membunuh Angeline.
“Tidak pak, waktu itu emosi sesaat pak,” cerita Roy ditanya Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce, Jumat (9/6).
Dia hanya berdalih jika dirinya sakit hati karena perkataan Angeline yang menyinggung hatinya. Karena kalap, Roy nekat membunuh Angeline.
“Ada kata-katanya (Angeline) yang tidak berkenan di hati saya, itu yang memacu saya kalap,” terang Roy.
Saat merilis kasus tersebut, Polisi menghadirkan orang tua Angeline. Di depan orang tua Angeline, Roy mengaku menyesal sudah membunuh anaknya.
“Menyesal. Siap salah,” katanya.
Roy juga mengaku mengenal Angeline sejak 2017. Dia menampik jika punya hubungan spesial. Menurutnya, Angeline cuma sekadar muridnya saja. “Itu temen aja, saya gurunya,” sambungnya.
Seperti diketahui jasad Angeline ditemukan dan diungkap polisi bahwa dibunuh guru les musiknya. Angeline dicekik hingga tewas lalu jasadnya dimasukkan ke dalam koper. Koper berisi jasad Angeline dibuang Roy di jurang kawasan Gajah Mungkur, Pacet, Mojokerto. Bagus






