Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya memperingati Isra’ Mi’raj 1445 H dengan berbagi sesama dan berkisah tentang peristiwa Isra’ Mi’raj bersama Komunitas Visi Maha Karya. Komunitas ini peduli terhadap orang yang kesulitan berjalan karena tidak punya kaki, dengan menyediakan kaki palsu. Programnya bernama OFOS; One Foot One School-Charity dengan harapan setiap sekolah memberikan donasinya untuk bisa memberikan kaki palsu bagi yang membutuhkan. Kegiatan dilaksanakan di ruang utama Masjid Al-Mufidah dan diikuti oleh 450 siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok satu kelas 1-3 dan kelompok dua kelas 4-6, Rabu (7/2).
“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua. Tubuh kita diberikan kesehatan dan kelengkapan kesempurnaan. Masih ada saudara-saudara kita diluar sana diuji, ditakdirkan oleh Allah SWT dengan ketidaksempurnaan. Salah satunya kehilangan kakinya, baik sejak lahir maupun dalam menjalankan kehidupannya mengakibatkan kehilangan salah satu kakinya,” tutur Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya Ustadzah Norma Setyaningrum.
Dijelaskannya bahwa peringatan ini sebagai bagian meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dimana peristiwa ini wajib kita yakini sebagai peristiwa bersejarah, sangat penting dan momentum bagi kita untuk muhasabah diri dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Ini juga bagian dari menanamkan Bintang Karakter ke 1, yaitu ; Cinta Allah SWT dan Makhluk CiptaanNya.
Kedua, Peringatan ini harus diisi dengan kegiatan yang positif, yaitu berbagi bersama dalam rangka meningkatkan sikap Dermawan, Suka Menolong dan Kerjasama sesuai dengan Bintang Karakter ke 6 dari Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Belajar berbagi dan menolong sesamanya dengan infaq terbaik, sehingga kita menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah yang memberikan manfaat lebih kepada orang lain.
“Jadilah anak-anak yang kuat imannya, kuat akhlaknya, dan kuat keilmuannya sehingga akan menjadi generasi emas di masa mendatang. Nanti anak-anak akan belajar bersama Kak Handoko, kisah tentang peristiwa Isra Mi’raj dengan boneka Hando dan Kak Ardi dengan Komunitas Visi Maha Karya. Siapkan infaq terbaik, untuk membantu menghadirkan kaki palsu, sehingga bisa membantu berjalan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Ustadzah Norma yang juga aktif di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surabaya. (Erbe/Bagus)






