Mayoritas ulama menyebutkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam 10 terakhir bulan Ramadan. Barang siapa yang memperbanyak ibadah di malam tersebut maka pahalanya lebih baik daripada 1000 bulan.
Hal ini sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam AlQuran surah Al Qadr ayat 3: Artinya : Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam Lailatul Qadar ini, biasanya umat muslim mengisi waktu malamnya dengan memperbanyak melakukan iktikaf dan memperbanyak dzikir di masjid.
Lantas bagaiamana dengan perempuan yang sedang halangan atau haid? Apakah mereka juga mendapat kesempatan meraih malam tersebut?
Dr. H. Mohammad Arif, MA Dekan 1 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memberikan penjelasan, bahwa tidak adil jika ibadah pada malam Lailatul Qadar itu hanya bisa dilakukan oleh mayoritas laki-laki saja, yang bisa aktif beribadah selama bulan suci Ramadan. Maka dari itu, bagi perempuan, yang khususnya sedang halangan atau Haid juga bisa mendapatkan haknya untuk meraih pahala di malam Lailatul Qadar.
“Dalam meraih malam Lailatul Qodar tidak hanya dilakukan dengan iktikaf saja, namun juga dilengkapi dengan amalan-amalan yang dilakukan sejak awal Ramadan,” ujarnya, Selasa (26/3/2024).
“Segala aktifitas Ibadah di bulan Ramadan itu mestinya melengkapi Qiyamul Lail, dari awal ramadhan mulai baca alquran, puasanya, shalat jamaah di masjid dan berbagi dengan sesama, serta istiqomah dalam Qiyamul Lail,” imbuhnya.
Mohammad Arif menambahkan, wanita yang sedang halangan baik nifas ataupun haid juga mendapatkan kesempatan untuk meraih malam Lailatul Qodar.
“Jadi sebelum haid seumpamanya, dia telah aktif melakukan amalan-amalan di bulan Ramadan seperti Salat Jamaah, Tadarus alquran dan berbagi dengan sesama sebagaimana yang telah saya sampaikan,” tambahnya.
Ketika wanita masa haid yang dilarang adalah melakalsanakan shalat, puasa dan memegang mushaf alquran. Tetapi selain hal itu, terdapat amalan yang bisa dilakukan oleh wanita yang haid, misalnya yang sudah bersuami menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur, melaksankan sedekah yang hal tersebut juga merupakan amalan kebaikan.
Mohammad Arif menyimpulkan, beberapa amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh wanita yang sedang halangan ataupun haid untuk mendapat Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, diantara nya sebagai berikut:
- Membaca Zikir dan Shalawat
- Memperbanyak Sedekah
- Membaca alquran tetapi tidak dengan menyentuh atau memegangnya (membaca surat-surat yang dihafal). Sebab orang yang berhadast baik kecil maupun besar tidak boleh memegang alquran, ini berdasarkan pada Al-Qur’an surah Waqiah ayat 77-79.
- Menuntut Ilmu, baik ilmu agama maupun umum. Menuntut ilmu adalah suatu bagian dari ibadah, karena pada hakikatnya semua ilmu itu datangnya dari Allah SWT.
- Bagi yang telah menikah, bisa menyiapkan makanan sahur dan berbuka untuk suami, dan itu juga terhitung sebagai pahala. (magang)







