Periode 2023 hingga Maret 2024, Sebanyak 124 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyoroti insiden kecelakaan yang sering terjadi di pelintasan sebidang, baik yang dijaga maupun yang tidak. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan persoalan ini menjadi pusat perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan dan kereta api.

“Di momen lebaran, biasanya mobilitas masyarakat sangat tinggi. Banyak yang berkendara untuk berkunjung ke sanak saudara dalam rangka silaturahmi hari raya. Tingginya aktivitas di jalan raya menjadi perhatian tersendiri, terutama di palintasan sebidang antara jalan raya dengan jalur kereta api,” ujar Joni di Jakarta, Jumat (12/4).

Baca juga  Prabowo: Jangan Melawan Kehendak Rakyat

Salah satu dari sekian banyak kejadian adalah kecelakaan yang terjadi di pelintasan resmi terjaga pada Selasa (19/3) yang melibatkan KA Putri Deli dengan truk di pelintasan Pasar Bengkel Serdang Bedagai, Sumatera Utara yang mengakibatkan luka pada masinis serta asisten masinis dan kerusakan pada lokomotif. Selain itu, kejadian pada Sabtu (23/3) melibatkan KA Airlangga dengan dua mobil minibus di pelintasan tidak resmi di Jalan Pahlawan, Kota Bekasi.

Joni menyebut kejadian kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan lain di pelintasan sebidang sangat merugikan karena dapat membuat sarana kereta api menjadi rusak bahkan tidak sedikit yang mengalami luka-luka bahkan memakan korban jiwa. Pada periode 2023 hingga Maret 2024, ucap Joni, telah terjadi 414 kasus kecelakaan di pelintasan sebidang dengan rincian 124 meninggal dunia, 87 luka berat, dan 110 luka ringan. (nch)

Baca juga  Prabowo: Jangan Melawan Kehendak Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *