Muntahir Somoradijo (82) dan Siti Marmah (72) tersenyum sumringah. Hari ini Ahad (12/5) keduanya terbang ke Baitullah dari Embarkasi Surabaya. Namun kisahnya naik haji menginspirasi kita semua. Ya, suami istri yang sehari-hari menjadi tukang parkir asal Bojonegoro akhirnya berhasil naik haji setelah nabung dari hasil markir.
Ceritanya, pasutri ini menggunakan halaman rumahnya untuk parkir kendaraan. Rumahnya di Desa Jetak, Bojonegoro. Kebetulan rumahnya berada di depan Taman Rajekwesi yang ramai dikunjungi orang. Dalam sehari, kalau ramai, pasutri itu bisa dapat Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu dari markir. Kalau sepi ya tidak sampai 30 ribu.
“Serba pas-pasan. Tapi Alhamdulillah kami berdua nabung terus dan bisa berangkat haji,” cerita Muntahir di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Ada kunci rahasia bagi Muntahir sehingga Allah memberikan kemudahan baginya. Apa? Yakni menyisahkan sedikit untuk infaq sedekah sebelum ditabung.
“Saya infaq. Infaqnya saya bagi-bagikan ke anak-anak. Pokoknya kalau ada orang yang enggak punya atau anak yatim gitu. Terus setiap bulan infaqnya, setiap bulan disisihkan. Dari situ rezeki ada terus sampai cukup buat nabung haji,” katanya.
Keduanya tercatat telah mendaftar haji sejak tahun 2012. Mereka sadar usianya sudah tidak muda lagi dan khawatir tidak bisa menunaikan ibadah haji dengan maksimal.
“Alhamdulillah saya kok bisa baik haji barengan dengan bapak. Bersyukur sekali sama Allah. Iya ada keinginan,” getar bibir Siti. (Bagus)












