Wabah PMK serang 30 Kabupaten/Kota di Jatim

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melakukan antisipasi dalam mewaspadai, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang mewabah di 30 kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Sebagai upaya pencegahan wabah tersebut, pemkot rutin telah melakukan pengawasan, dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang masuk, maupun yang ada di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), telah melakukan pengecekan dokumen Surat Keterangan Sehat Hewan (SKKH), asli dari daera asal.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan ternak, yang masuk bukan berasal dari wilayah, yang terjangkit wabah PMK,” kata Wali Kota Eri, Senin (6/1).

Baca juga  Khofifah Dilantik Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Layani 44 Ribu Jemaah

Meski begitu, Wali Kota Eri memastikan, bahwa DKPP Surabaya rutin melakukan sosialisasi, serta pemeriksaan kesehatan hewan, milik peternak di Kota Pahlawan.

“DKPP terus bergerak ke peternak-peternak sapi, di Surabaya. Kita ada sosialisasi kepada mereka, sambil melakukan pengecekan kesehatan,”tegasnya.

Ia mengaku, hingga saat ini, belum ditemukan kasus PMK di Surabaya. Karena itu, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pengetatan pengawasan dan monitoring, di lapangan untuk mencegah masuknya virus PMK.

“Alhamdulillah belum, semoga tidak ada. Di Rumah Potong Hewan (RPH) juga tidak ada,” ujarnya.

Sedangkan upaya melakukan vaksinasi, terhadap hewan ternak di Surabaya, Wali Kota Eri masih berkoordinasi tentang ketersediaan stok vaksin.

“Kita masih melakukan koordinasi, dengan vaksinnya karena ketersediaan vaksin bukan dari pemkot,” pungkasnya. (yunus)

Baca juga  Kyai Halim Soebahar Terpilih Jadi Ketum MUI Jatim 2025-2030

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *