Cerita ASN Dipecat Sepihak Menteri Diktisaintek Satryo, Bakal Ngadu ke DPR

Pranata Humas Ahli Muda & Pj Rumah Tangga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Neni Herlina menceritakan pemecatannya dari kementerian.

Dia mengaku dipecat dan diusir Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro. Menurut Neni, pemecatan itu berawal dari pergantian meja kerja menteri. Satryo disebut tidak terima dengan meja kerja yang disediakan.

Neni mengatakan sebetulnya meja yang disediakan hanya sementara. Permasalahan yang ditumpahkan padanya pun tak substantif dengan kerja-kerja kementerian.

“Sebenarnya itu kan gini, ruangan beliau itu kan sedang kita buat di lantai 10. Itu ruang sementara, sementara itu bekas ruang Dirjen. Nah, itu peralatannya itu bekas Dirjen dulu. Sebenarnya enggak substansi masalah pendidikan tinggi,” kata Neni di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (20/1).

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

Ia mengatakan setelah peristiwa itu ada ancaman pemecatan dari Satryo. Karena itu, atasannya meminta Neni tidak muncul atau bersembunyi dulu.

“Maksudnya saya sudah disuruh ngumpet lah istilahnya,” ucap dia.

Namun, karena pekerjaan di bidang rumah tangga kementerian banyak, ia pun terlibat untuk pemasangan internet di rumah dinas menteri. Saat itu, kata Neni, Satryo meminta internet sesegera mungkin dipasang.

“Karena Pak Menteri maunya segera. Kita meminta mereka untuk menyegerakan. Jadi akhirnya sampai malam, tapi jadi marah. Marah dia langsung, dia nelpon ketua tim saya. Kebetulan Mas Angga waktu itu lagi sakit. Jadi enggak angkat telepon, itu sudah malam-malam,” ujar dia.

Neni mengatakan saat itu Satryo lalu mengirim pesan melalui WhatsaApp yang isinya memecat dirinya dan ketua tim tersebut.

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

Namun, dia tetap berkantor seperti biasa karena pemecatan itu tak punya dasar hukum. Hingga akhirnya pada Jumat (17/1), Satryo masuk ke ruangan dan mengusirnya.

“Bapak Menteri langsung ke lantai 8. Langsung, ya gitulah kejadiannya. Dengan tidak, ya tidak etis ya seperti itu, membentak saya menyuruh saya keluar di hadapan anak-anak magang, di depan staf saya, jadi memang sudah di luar logika,” katanya.

Ia mengatakan sejumlah pegawai yang bekerja untuk melayani menteri merasa khawatir dengan kejadian yang menimpa dirinya juga terjadi pada mereka. Neni berharap hal serupa tak terulang lagi.

Hingga akhirnya sejumlah ASN di Kemendiktisaintek pun ikut unjuk rasa. Mereka mempertanyakan soal status Neni yang dipecat tiba-tiba. Neni pun mengaku juga akan mengadukan masalah tersebut ke DPR.

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

“Status saya nih apakah beneran dipecat atau enggak? Karena itu kan tidak ada dasar hukum yang jelas nasib saya. Saya saja enggak tahu hari ini saya mau kerja gimana. Sebenarnya kita semua sudah pengin, kalau memang tidak berubah juga ya, kita mau merencanakan untuk menurunkan beliau,” ucapnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *