Diskon Tarif Listrik Sebabkan Jatim Deflasi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Zulkipli menyatakan, adanya kebijakan Pemerintah memberi diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan rumah tangga sebesar mulai 450 VA hingga 2200 VA yang berlaku Januari sampai Februari menjadi salah satu penyebab deflasi. Tarif Listrik menyumbang Deflasi 29,93% dengan andil 1,18%.

“Diskon tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024, yang memberikan potongan harga kepada pelanggan dengan daya 450VA, 900VA, 1.300VA, dan 2.200VA. Kebijakan ini berlaku selama dua bulan, yakni Januari dan Februari 2025,” ungkapnya, Senin (3/2).

Selain itu, deflasi juga dipengaruhi oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang mencatatkan andil negatif sebesar 1,13 persen. “Penurunan tarif listrik pada Januari mencapai 29,93 persen, dengan kontribusi sebesar 1,18 persen terhadap total deflasi,” tegasnya.

Baca juga  Presiden Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako Banpres untuk Korban Gempa NTT

Penurunan harga pada sejumlah komoditas di kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga berkontribusi terhadap deflasi. Beberapa di antaranya adalah telur ayam ras (-2,74% dengan andil 0,03%), bawang merah (-4,12% dengan andil 0,02%), tomat (-8,66% dengan andil 0,02%), dan ketimun (-24,98% dengan andil 0,01%). (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *