Innalillahi wainna ilaihi Raji’un. Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro meninggal dunia di usia 47 tahun pada Selasa (25/2/2025).
Bejo Sugiantoro, meninggal dunia pada usia 47 tahun. Pemain kelahiran Sidoarjo, 2 April 1977, ini ambruk saat bermain sepak bola bersama para mantan pemain Persebaya di Surabaya di Lapangan SIER Rungkut, Surabaya, Selasa (25/2) sore.
“Mas Bejo jatuh sendiri saat main bola pada babak kedua bersama kami mantan-mantan pemain sepak bola,” kata Maura Helly, mantan pemain Persebaya.
Sebelumnya, Bejo tampak biasa saja dan bahkan sempat bercanda dengan Anang, Maura, dan para mantan pemain Persebaya lainnya.
Maura sangat kaget lantaran sahabatnya itu tiba-tiba ambruk di tengah lapangan. “Mas Bejo sempat dibawa ke RS Royal tapi tidak tertolong,” katanya.
Kepastian meninggalnya Bejo Sugiantoro diungkap CEO Deltras Sidoarjo sekaligus Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhanudin.
“Ya, ya [Bejo Sugiantoro meninggal]. Tadi sore main bola, terus lagi gak sadarkan diri dibawa ke RS di depannya lapangan itu. 17.20 WIB dinyatakan meninggal sama dokter. Jenazah masih di rumah sakit, RS Royal,” ucap Amir.
“Benar Kaji Bejo (Sugiantoro) meninggal dunia. Saya baru mendapat informasi dari teman-teman di Surabaya,” kata Gede, Selasa (25/2/2025) sore.
“Informasi yang saya dapatkan, beliau meninggal saat bermain bola. Informasinya serangan jantung, tetapi nanti akan ada hasil diagnosis pastinya,” ujar Gede.
Pada musim 2024/2025, Bejo adalah pelatih Deltras FC yang berkiprah di Liga 2. Sebelum itu Bejo sempat menjadi asisten pelatih Persebaya selama beberapa musim.
Karier sepak bola ayah dari pemain Persib Bandung Rachmat Irianto ini banyak dihabiskan sebagai pemain Persebaya. Bejo membela Timnas pada periode 1990 hingga awal 2000-an.
“Bejo itu sosok yang sangat berdedikasi. Saya kenal beliau sejak dari pemain hingga jadi pelatih. Saya kan pernah pegang Persebaya. Beliau orang baik. Innalillahi,” kata Gede. (Ym)









