Polres Mojokerto bersama kelompok tani sukses menyulap lahan tidak produktif yang berada di belakang Mapolres Mojokerto.
Lahan seluas dua hektar tersebut awalnya tidak terurus hampir 10 tahun. Sekitar 3 bulan yang lalu di lahan tesebut ditanami benih jagung oleh Polres Mojokerto bersama kelompok petani setempat. Hasilnya, Rabu (26/2/2025) pagi dilakukan panen raya perdana menghasilkan sekitar 14,56 ton tongkol jagung per hektar dengan kualitas tinggi.
“Kegiatan panen raya tahap 1 ini diikuti se Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Madiun, di Mojokerto juga dilakukan kegiatan serupa di 14 kecamatan, alhamdulillah sudah panen,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, Rabu (26/2/2025) pagi.
Dijelaskan Kapolres Mojokerto, benih jagung yang ditanam adalah Hibrida Bisi-18. Prosesnya dilakukan bersama-sama dengan kelompok tani, pupuk Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Bulog untuk menyerap hasil panen.
“Kita melakukan simbiosis mutualisme, dari kepala dinas pertanian menyediakan benihnya, dari Pupuk Indonesia menyediakan pupuknya, dari pusat statustik menghitung hasil panen, dan dari Bulog siap menerima hasil panen. Polri sebagai penggerak, yang melaksanakan kelompok tani yang juga menikmati hasil panen,” jelasnya.
AKBP Ihram menegaskan bahwa acap kali kesulitan petani adalah penjualan pasca panen. Dalam kolaborasi ini sudah ada solusi dari Bulog.
“Yang menarik, kesulitan petani adalah pasca dia panen kemudian kesulitan menjual, dan ini sudah ada solusi dari Bulog siap menerima hasil panen,” ungkapnya.
Lanjut AKBP Ihram, hasil panen jagung perdana ini cukup bagus. Selanjutnya pihaknya akan membuat perjanjian kerja sama melibatkan dinas pertanian, BPS, Bulog, Pupuk Indonesia dalam proses tanam jagung periode selanjutnya. Polres Mojokerto sendiri juga melakukan tanam jagung di 14 kecamatan dengan total luasan sekitar 32 hektar.
“Artinya kalau seperti ini (hasil panen perdana bagus) maka kedua, ketiga dan seterusnya hasil panennya harus lebik biak lagi,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala BPS Kabupaten Mojokerto Dwi Yuheni menjelaskan, dari penghitungan luas lahan dan produktivitas, hasil panen jagung perdana di lahan yang berada di belakang Mapolres Mojokerto ini tergolong bagus dan tinggi.
Setelah dianalisis dari luas lahan 8.500 meter persegi adalah 9,10 kg tongkol jagung kering.
“Ini kalau dikonversikan ke ton per hektar adalah 14,56 ton per hektar. Untuk bibit hibrida Bisi-18 wajarnya menghasilkan antara 12-14 ton,” paparnya.
“Hasil pagi ini di belakang Polres ini hasilnya 14,56 ton per hektar, tentu saja ini maksimal, ada catatan terkena hama tikus dan banjir, ini termasuk tinggi, nanti ada koreksi kadar air, tetapi ini sudah termasuk bagus,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bulog Mojokerto Muhamad Husin menegaskan pihaknya siap menerima hasil panen jagung petani dengan harga Rp 5.500 per kg.
“Jagung ini sudah sesuai usianya sudah panen, nanti dikeringkan kemudian dipipil. Setelah itu dimasukkan ke karung, nanti Bulog akan membeli sesuai harga HPP Rp 5.500, jadi kering sawah yang kita beli, harga ini berlaku umum,” tegasnya.
Bulog juga menyambut positif rencana perjanjian kerja sama untuk mendukung produktivitas jagung di Kabupaten Mojokerto
“Ini (panen jagung) yang pertama dibeli oleh Bulog, dari Bulog menyambut baik rencana kerja sama yang diinisiasi Kapolres Mojokerto,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto serta kelompok tani
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemberian baksos dari Polres Mojokerto untuk para petani. (Ym)











