GMNI Mojokerto Raya Berharap GMNI Pusat Gelar Kongres Persatuan untuk Akhiri Dualisme

Dualisme kepengurusan di Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menyita perhatian DPC GMNI Mojokerto Raya. Dalam hal ini GMNI Mojokerto Raya berharap dualisme di tubuh GMNI Pusat segera diakhiri dan kedua belah pihak dapat mengedepankan persatuan melalui Kongres Persatuan.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua GMNI Mojokerto Raya, Agung Nurdiansyah di Sekretariat GMNI Mojokerto di Jabon, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/3/2025) sore.

“DPC GMNI Mojokerto Raya menegaskan bahwa Persatuan GMNI adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan kemahasiswaan ke depan,” tegasnya.

Dijelaskan Agung, GMNI sebagai rumah besar kaum nasionalis hendaknya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.

Baca juga  Mojo Indah jadi Ekosistem Inovasi di Kota Mojokerto, Tembus 276 Inovasi

Terkait dualisme kepengurusan di GMNI Pusat, ada empat poin pernyataan sikap dari GMNI Mojokerto, yakni menolak dualisme di tubuh GMNI yang mencederai kebesaran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, mendesak diselenggarakannya Kongres Persatuan, tidak melegitimasi salah satu DPP dan menyatakan sikap abstain apabila Kongres hanya diselenggarakan oleh salah satu DPP.

“Misalkan Kongres dilaksanakan oleh salah satu DPP maka sikap DPC GMNl Mojokerto akan abstain,” tegas Agung.

Pernyataan sikap dari kawan-kawan GMNI Mojokerto ini untuk mengawali di lingkup GMNI Jawa Timur. Selanjutnya surat pernyataan sikap itu akan dikirim ke pengurus pusat.

“Ini komitmen dari GMNI Mojokerto Raya untuk mendorong agar organisasi ini kembali kepada marwahnya, yaitu Persatuan dari kepengurusan pusat GMNI,” pungkasnya. (Ym)

Baca juga  DPRD Kota Mojokerto Godok Tiga Raperda Inisiatif untuk 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *