KPPU: Jelang Idul Fitri, Cabai Rawit dan Bawang Putih Naik Signifikan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali melakukan survei pemantauan harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar tradisional serta modern menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Survei ini merupakan kelanjutan dari pemantauan yang dilakukan di awal Ramadhan guna memastikan stabilitas harga dan mengantisipasi potensi praktik spekulasi yang merugikan masyarakat,” ungkap Anggota KPPU, Eugenia Mardanugraha, Jumat (28/3).

Berdasarkan survei, mayoritas harga pangan mengalami kenaikan, namun stok tetap tersedia di pasaran. Dua komoditas yang mengalami lonjakan signifikan hampir di seluruh wilayah Indonesia adalah cabai rawit dan bawang putih. Kenaikan ini dinilai masih wajar akibat meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri, tanpa indikasi praktik persaingan usaha tidak sehat.

Baca juga  Purbaya Sidak ke Tanjung Priok, Gangguan Pasokan Bahan Akibat Penumpukan 3.100 Kontainer

Survei dilakukan di tujuh kantor wilayah KPPU, yaitu Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Yogyakarta. Berikut beberapa temuan utama:

1. Beras

Beras medium mengalami kenaikan dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh wilayah, dengan harga tertinggi di Samarinda (Rp14.400/kg) dan terendah di Lampung (Rp13.216/kg).

Beras premium relatif stabil dengan harga berkisar Rp14.900 – Rp15.916/kg.

2. Telur Ayam

Harga tertinggi di pasar tradisional tercatat di Samarinda (Rp32.150/kg) dan terendah di Surabaya (Rp27.050/kg).

Di pasar modern, harga berkisar antara Rp25.900 – Rp40.666/kg.

3. Daging Ayam dan Sapi

Daging ayam cenderung stabil, dengan harga tertinggi di Samarinda (Rp42.250/kg) dan terendah di Makassar (Rp31.250/kg).

Daging sapi di pasar tradisional berkisar Rp120.000 – Rp168.600/kg, dengan harga tertinggi di Samarinda.

Baca juga  Prabowo Tinjau Sejumlah SPPG, Pastikan Sudah Sesuai Standar

4. Bawang Putih dan Bawang Merah

Bawang putih mengalami kenaikan signifikan, dengan harga tertinggi di Makassar (Rp47.500/kg) dan di pasar modern Samarinda (Rp63.750/kg).

Bawang merah juga naik drastis, terutama di Bandung (Rp52.666/kg), dengan harga tertinggi di pasar modern Samarinda (Rp64.950/kg).

5. Cabai Merah dan Cabai Rawit

Cabai merah di pasar tradisional berkisar Rp37.000 – Rp67.250/kg, dengan harga tertinggi di Samarinda.

Cabai rawit mengalami lonjakan signifikan, terutama di Bandung (Rp115.000/kg) dan Samarinda (Rp167.450/kg).

6. Minyak Goreng, Gula, dan Tepung Terigu

Harga minyak goreng curah masih di atas HET, sedangkan minyak goreng kemasan di pasar modern berkisar Rp20.258 – Rp29.150/liter.

Harga gula pasir curah sedikit di atas HET di beberapa kota, sementara tepung terigu relatif stabil.

Baca juga  Sambut Liburan Sekolah, Tiket KAI Diskon 30 Persen

Meskipun stok pangan masih tersedia, beberapa daerah mengalami keterbatasan stok, seperti bawang merah di Yogyakarta dan Samarinda, serta beras medium di pasar modern Surabaya dan Yogyakarta.

Menindaklanjuti hasil survei, KPPU akan terus mengawasi pergerakan harga guna memastikan kenaikan yang terjadi murni akibat mekanisme pasar dan bukan karena praktik persaingan usaha tidak sehat. KPPU juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Dengan adanya kolaborasi antar pihak, diharapkan masyarakat mendapatkan kepastian pasokan dengan harga yang wajar, sehingga bisa merayakan Idul Fitri dengan nyaman,” tegasnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *