Sekjen Forum SATHU Respon Saudi yang Pangkas Kuota Haji Pakistan dan India, Bagaimana dengan Indonesia?

Puluhan ribu calon jemaah haji dari India dan Pakistan dipangkas oleh kerajaan Arab Saudi. Kuota haji yang dipangkas di dua negara itu merupakan haji yang dikelola oleh pihak swasta. Pemangkasan itu karena pihak pengelola haji swasta tidak mampu melakukan kewajibannya hingga waktu yang telah ditentukan.

Sebelumnya diberitakan, kuota haji yang dikelola sektor swasta di Pakistan dipotong 67.000 jemaah. Kemudian awal pekan ini kuota jemaah haji India yang dikelola sektor swasta juga dipotong 52.000 jemaah. Lantas bagaimana dengan nasib jemaah haji dari Indonesia?

Menurut Sekjen Forum Silaturahmi Asosiaasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU) Muharom Ahmad, pemangkasan puluhan ribu kuota haji di Pakistan dan India merupakan gambaran dari kondisi perekonomian global saat ini.

Baca juga  Menjelang Armuzna, Jemaah Haji Diimbau Jaga Stamina

“Pertama kita lihat secara global, pemnbatasan dari Saudi bukan kebijakan yang direncanakan, tapi itu kondisi yang global. Daya beli seluruh dunia menurun,” ujarnya kepada majalahnurani.com, Kamis (24/4/2025).

Muharom menyebut tahun ini Arab Saudi melakukan pembatasan jemaah haji. Dari yang semula ditarget 1,8 juta jemaah haji, saat ini menjadi 1,3 juta jemaah haji.

“Dari target awal 1,8 juta (jemaah) itu sekarang dibatasi 1,3 juta,” tegasnya.

Faktor yang kedua, lanjut Muharom, Arab Saudi juga punya kepentingan nasional sehingga jangan sampai musim haji ini ditunggangi oleh pendatang yang tidak resmi.

“Saudi punya kepetingan nasional. Jangan sampai ditunggangi pendatang yang tidak resmi. Isu ekonomi ini merupakan isu global, Saudi menjaga kepentingan ekonimi nasional. Dan pembatasan itu bagian dari strategi menjaga kedaulatan ekonomi nasional,” urainya.

Baca juga  Haji Indonesia 2026: Jemaah Lansia Resiko Tinggi Mencapai 37 Persen

Lantas bagaimana dengan kuota haji dari Indonesia? Muharom berharap kuota haji Indonesia di musim haji tahun ini sebanyak 221.000 jemaah haji dapat terserap semuanya.
Namun Muharom tidak memungkiri bahwa pelunasan haji jemaah haji indonesia tahun ini tidak secepat musim haji tahun sebelumnya.

“Kami sama-sama paham bahwa kondisi pelunasan, baik reguler maupun haji khusus mengalami sedikit kendala, tidak secepat tahun lalu, bahkan Kemenag sampai memperpanjang tahapan pelunasan hingga besok (Jumat, 25/4/2025). Secara keseluruhan kondisi ekonomi global ini mempengaruhi kecepatan proses adiministrasi haji,” jelasnya.

Muharom menyebut sejauh ini tidak ada warning dari Arab Saudi untuk Indonesia. Adanya sedikit keterlambatan administrasi ini bukan berasal dari penyelenggara swasta atau Kemenag, tapi ada kendala dalam kesanggupaan jemaah melunasi biaya haji.

Baca juga  Kemenhaj Perkuat Pengawasan dengan Aplikasi Kawal Haji

“Sehatrusnya bulan ini sudah selesai, seluruh data dilaporkan dan didaftarkan di aplikasi Nusuk di Arab,” urai Muharom.

Namun demikian, pihaknya juga optimis pada akhir bulan April ini suluruh administasi haji Indonesia sudah rampung.

“Kalau buat indonesia tidak ada masalah. Kita segera menyelesaikan di tahap akhir. Mungkin akhir bulan ini pelunasan. Haji khusus juga serempak di bulan ini,” imbuhnya.

Masih kata Muharom, dengan pembatasan jemaah haji tahun ini, ia mengambil hikmah bahwa kondisi ini akan menghadirkan prosesi haji di tanah suci yang lebih tertib lagi.

“Mudah-mudahan kita berharap isu tahun sebelumnya, yakni kepadatan di Arofah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), (tahun ini) bisa tertata lebih baik lagi,” pungkasnya. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *