Budaya Mencontek di Indonesia Tinggi, Mendikdasmen Sebut Menjadi Alarm Pendidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang mengukur indeks integritas pendidikan 2024. Dalam indeks tersebut menunjukkan integritas dunia pendidikan berada di angka 69,50 persen, yang artinya berada pada level korektif.

Skor ini merosot dari tahun sebelumnya. Perilaku koruptif dan mencontek menjadi dimensi yang turut disorot.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut indeks tersebut menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Dia menilai dunia pendidikan tengah krisis nilai kejujuran.

“Memang ada alarm ya, ada lampu kuning dari KPK, bahwa kita ini dari sisi kejujuran, itu memang sedang tidak baik-baik saja,” kata Mu’ti di Jakarta kepada wartawan, Jumat, (25/4/2025).

Baca juga  Kemendikdasmen Luncurkan Program Relawan Pendidikan Bantu Anak Tak Sekolah Kembali Belajar

Hasil SPI akan menjadi evaluasi bagi kementerian, termasuk lembaga terkait. Mu’ti menegaskan hal yang terjadi tidak bisa dibiarkan.

Terlebih, angka contek-mencontek atau kecurangan di antara para siswa cukup tinggi. Pihaknya akan berupaya memperbaki kondisi tersebut.

“Kami berusaha untuk ke depan memperbaiki agar pendekatan pembelajaran itu lebih menekankan pada hal yang berkaitan dengan penguasaan ilmu, bukan angka-angka,” tutur Mu’ti.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan skor itu didapat dari hasil penilaian sisi karakter, ekosistem, dan tata kelola dunia pendidikan di Indonesia. Setyo berharap angka itu ditindaklanjuti dengan peningkatan integritas di sektor pendidikan secara menyeluruh.

“Indeks ini bukan sekadar angka. Kalau angka ini kita acuhkan, kita biarkan begitu saja, maka bisa menjadi sebuah malapetaka,” tegas Setyo di Gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan.

Baca juga  UNAIR Resmi Umumkan 2.771 Peserta Lolos Jalur SNBT 2026

Setyo mengatakan skor itu merupakan angka atas cerminan kejujuran seluruh pelaku di sektor pendidikan. Sikap antirasuah di dunia pendidikan mesti diperbaiki.

“Sehingga hasil SPI pendidikan ini bisa menjadi cermin jujur sekaligus penanda bahwa membangun benteng antikorupsi di dunia pendidikan tak bisa ditunda,” ucap Setyo. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *