Diskusi dengan Forum Pemred, Menag Sampaikan Rencana Distribusi Daging Dam di Indonesia

Kementerian Agama Republik Indonesia terus berupaya melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan haji. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan, keamanan, serta layanan terbaik bagi jemaah haji tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat bertemu dengan Forum Pemimpin Redaksi Media dalam acara Bincang Haji 1446 H/2025 M yang digelar di Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (6/5/2025).

Menag pun mengajak media massa untuk terus bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada publik. “Saya mengajak media untuk saling bersinergi. Kita saling konfirmasi agar menciptakan informasi yang nyaman, menenangkan, dan tidak menimbulkan keresahan bagi jemaah haji dan keluarganya,” ucapnya.

Baca juga  Dari Arafah, Menhaj Ajak Jemaah Doakan Keselamatan Indonesia

Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini ada kekurangan dalam pelayanan terhadap media yang meliput penyelenggaraan ibadah haji. “Saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam melayani media yang bertugas, semoga sinergi yang sudah terjalin ini semakin baik kedepannya,” kata Menag.

Menag kemudian memaparkan sejumlah perkembangan ibadah haji. Salah satunya pemerintah sedang merencanakan distribusi daging dam (denda) di Indonesia. “Kami juga sedang mengupayakan agar daging dam bisa didistribusikan ke Indonesia. Ini penting agar masyarakat Indonesia bisa turut mengonsumsinya. Belum lagi nanti ada kurban, tentu ini sangat bagus bagi masyarakat juga, terutama terkait makanan bergizi,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan bahwa saat ini beberapa organisasi masyarakat (ormas) keagamaan telah memberikan lampu hijau untuk penyembelihan Dam dilakukan di Indonesia, namun masih harus berkonsultasi dengan lembaga-lembaga lainnya yang memiliki kewenangan terkait fatwa keagaman seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga  Timwas Ingatkan Petugas Haji Waspadai Potensi Tak Terduga di Puncak Armuzna

Ia pun menjelaskan, bahwa di beberapa negara sudah menerapkan hal ini. “Beberapa negara seperti Mesir bahkan sudah menerapkannya. Arab Saudi juga menyarankan agar penyembelihan dilakukan di Indonesia saja,” jelasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *