Emil Dardak Imbau Masyarakat Tak Usah Panik Kasus Covid 19: Sudah Bisa Dikendalikan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengimbau masyarakat di darahnya untuk tidak panik menyikapi peningkatan kasus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang terjadi di sejumlah negara Asia.

“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan,” ujar Emil dalam keterangan Ahad (8/6).

Menurut Emil, kenaikan kasus yang dilaporkan di negara-negara Asia seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura melibatkan varian yang berbeda-beda. Meski begitu, transmisi penularan dan tingkat kematian relatif rendah, termasuk di Indonesia.

“Di Indonesia, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 17 Tahun 2023, status pandemi telah berakhir dan saat ini ditetapkan sebagai endemis. Artinya, kasus masih ada namun dalam kondisi terkendali,” katanya.

Baca juga  Idul Adha 1447 H, KPPU Pastikan Stok Sapi dan Kambing di Jatim Aman

Emil menuturkan, tren kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan penurunan. Pada pekan ke-19 tahun 2025 tercatat 28 kasus, sedangkan pada pekan ke-20 hanya tiga kasus dengan varian dominan MB.1.1.

Sementara itu, di Jawa Timur terdapat dua kasus yang dilaporkan sepanjang tahun ini, masing-masing satu kasus pada Januari dan Mei. Keduanya telah dinyatakan sembuh.

Emil meminta masyarakat menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan masker jika sedang sakit atau berada di tempat umum yang ramai.

“Jika merasa kurang sehat atau mengalami gejala flu, wajib menggunakan masker untuk mencegah penularan,” katanya.

Baca juga  Menjelang Idul Adha YPM Sepanjang Salurkan 86 Hewan Qurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Gejala umum COVID-19 meliputi demam, kelelahan, dan batuk kering. Gejala lainnya dapat berupa hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, diare, sakit kepala, hingga hilangnya penciuman.

“Bila mengalami gejala dan memiliki riwayat kontak dengan penderita, segera periksa ke fasilitas layanan kesehatan,” imbaunya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *