Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, kembali menegaskan tentang pentingnya menjaga performa dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan beliau saat memberikan pengarahan dalam acara Pertemuan Rutin Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sumenep, di Kantor MWCNU Kecamatan Manding Sumenep, Rabu (9/7).
Dalam kesempatan ini, Abdul Wasid, menegaskan agar peran Penyuluh Agama terus ditingkatkan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. Hal ini karena Penyuluh Agama menjadi ujung tombak dari Kementerian Agama dalam menjalankan program pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok-kelompok binaan.
“Ini penting saya sampaikan, agar tugas-tugas yang dijalankan Penyuluh Agama ada hasil yang jelas dan dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Abdul Wasid di hadapan Ratusan Penyuluh Agama di Kabupaten Sumenep.
Lebih lanjut, Abdul Wasid menegaskan bahwa, bahwa untuk mendapatkan hasil dari program penyuluhan agama tersebut, Penyuluh Agama harus melakukan intensitas pendampingan, khususnya terhadap kelompok binaan dan terus meningkatkan kemampuannya semaksimal mungkin, terutama yang menyangkut tugas-tugas penyuluhan di berbagai bidang.
“Lakukan intensitas pendampingan, dan terus terus tingkatkan kemampuan sesuai bidang, agar peran Penyuluh Agama bisa memberikan dampak yang baik,” imbuh Abdul Wasid.
Seperti biasa, dalam kesempatan ini, Abdul Wasid juga mengingatkan agar Penyuluh Agama senantiasa menjaga performa dan integritas yang tinggi dengan tidak menerima perberian dalam bentuk apapun dari kelompok binaan dan juga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sampaikan kepada mereka, bahwa kalian sudah menerima Gaji dari Negara, sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot memberikan sesuatu dalam bentuk apapun,” tegasnya. KUR
Beri Pengarahan Untuk Penyuluh Agama, Kemenag Sumenep Tekankan Jaga Performa dan Integritas






