PWI Mojokerto Kecam Kasus Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Wartawan di Situbondo

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto mengecam kasus dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan di Situbondo.

Tindakan dugaan intimidasi dan kekerasan dan intimidasi itu dialami wartawan Jawa Pos Radar Situbondo oleh Bupati Situbondo, Yusuf Wahyu Rio Prayogo. Insiden yang terjadi akhir Juli 2025 itu menuai reaksi dari berbagai elemen pers, termasuk dari daerah lain seperti Mojokerto.

Ketua PWI Mojokerto, Aminudin Ilham menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap wartawan adalah pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang. Ia menyatakan solidaritas dan dukungan penuh terhadap wartawan yang menjadi korban, serta mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus tersebut secara transparan dan tuntas.

Baca juga  Menjelang Idul Adha YPM Sepanjang Salurkan 86 Hewan Qurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, terhadap jurnalis. Pers memiliki peran penting dalam demokrasi dan harus dilindungi, bukan justru dibungkam,” tegasnya, Senin (4/8/2025).

PWI Mojokerto juga mengajak seluruh insan pers di Jawa Timur untuk tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan bersikap profesional, namun tanpa meninggalkan semangat kritis dan independen. Dalam pernyataannya, PWI Mojokerto berharap kasus ini menjadi momentum evaluasi semua pihak, terutama pejabat publik.

“Kepada semua pihak agar lebih memahami peran media sebagai pilar keempat demokrasi, bukan sebagai musuh. Kritik media bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan. Ketika pejabat publik bersikap represif terhadap wartawan, itu menunjukkan lemahnya ruang dialog dalam demokrasi kita,” tambahnya.

Baca juga  Idul Adha 1447 H, KPPU Pastikan Stok Sapi dan Kambing di Jatim Aman

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam sorotan PWI Jawa Timur yang juga telah menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *