Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia
(DPP LDII) KH Ir Chriswanto Santoso, M.Sc. menyerukan masyarakat menahan diri dari provokasi atas kisruh demo belakangan yang terjadi.
Ini disampaikan saat memberikan sambutan di Musyawarah Wilayah (Muswil) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur pada 30–31 Agustus 2025 di Surabaya.
“Jangan terprovokasi. Mari mengedepankan komunikasi yang sehat antara rakyat dan elit politik. Aspirasi harus disalurkan melalui jalur yang tepat agar tidak menimbulkan kerusakan sosial,” tegasnya.
Chriswanto juga menyinggung kondisi sosial dan keamanan nasional pasca kerusuhan di Surabaya dan Makassar serta aksi demonstrasi di Senayan. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Afan Kurniawan dan berharap pengorbanan tersebut tidak sia-sia.
Lebih lanjut, Chriswanto mendukung langkah Kapolri untuk menindak pelanggaran hukum sesuai aturan demi stabilitas bangsa. Ia juga menyampaikan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar menuntaskan persoalan sosial yang terjadi. “Saya yakin pemerintah mampu menyelesaikan masalah ini secara damai dan tuntas,” tambahnya.
Di Muswil, Chriswanto menyampaikan pentingnya evaluasi kinerja organisasi agar tidak stagnan di tengah dinamika politik, sosial, ekonomi, dan lingkungan strategis yang terus berubah. “Saya berharap evaluasi ini akan meningkatkan kinerja lima tahun ke depan. Yang terpenting adalah melakukan evaluasi terlebih dahulu, baru kemudian melangkah lebih baik lagi,” ujarnya.
Diketahui Musyawarah Wilayah (Muswil) X ini mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia Menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, forum ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkokoh peran Jawa Timur sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara. (Bg)






