Mendikdasmen Sumbang Rp 2 Miliar untuk Revitalisasi Gedung SMKN 1 Cileungsi Bogor yang Ambruk

Atap kelas SMKN 1 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat ambruk pada Rabu, (10/9/2026) yang mengakibatkan sejumlah guru dan murid terluka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Pihaknya bakal menyalurkan bantuan kepada pihak sekolah.

“Ya ini kan namanya musibah ya, bukan sesuatu yang kita kehendaki. Jadi kami juga menyampaikan bela sungkawa kepada anak-anak yang sempat tertimpa bangunan dan sekarang sudah dirawat,” kata Mu’ti kepada wartawan, Kamis, (11/9/2025).

Kemendikdasmen sudah membangun tiga tenda kelas darurat. Saat ini berjalan metode pembelajaran hybrid, yakni luring dan daring secara bergantian.

Baca juga  Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman untuk Anak di Pesantren dan Madrasah

Selain itu, pihaknya juga memberikan uang santunan dan pendampingan untuk psikososial. Bantuan ditujukan kepada 30 murid dan dua guru yang menjadi korban luka kejadian tersebut.

Sementara itu, Kemendikdasmen juga mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp2 miliar.

“Rp 2 miliar ini untuk memperbaiki 3 bangunan yang rusak,” jelas Mu’ti.

Proses perbaikan akan masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan. Perbaikan SMKN 1 Cileungsi ditargetkan selesai sebelum 15 Desember 2025 dengan skema pembangunan swakelola.

“Untuk sekolah yang rusak akan segera kami perbaiki dengan anggaran tahun 2025, sehingga kami harapkan pada pertengahan bulan Desember tahun ini kegiatan pembangunan sudah dapat diselesaikan sehingga anak-anak dapat belajar sebagaimana biasa,” ujar Mu’ti. (Ym)

Baca juga  Kemendikdasmen Serahkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed