Khofifah Sebut Pasar Murah Jadi Strategi Pengendalian Inflasi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut pasar murah yang rutin digelar jadi salah satu strategi pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

“Pasar murah fokusnya sembako, namun dalam beberapa minggu terakhir di berbagai wilayah di Jatim, kami turut menyediakan komoditas daging ayam ras,” kata Khofifah dalam rilis Ahad (21/9).

Menurut Khofifah, pihaknya menjual daging ayam ras seharga Rp 33.000 per kilogram. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) daging ayam ras berada di angka Rp 36.000.

“Ini lebih murah dari HET. Harapannya masyarakat bisa terbantu secara langsung karena harga pasar di luar masih cukup tinggi,” jelasnya.

Baca juga  Mulai 2027 Sekolah di Jatim Dilarang Rekrut Guru Honorer Baru

Tak hanya daging ayam, sejumlah komoditas lain juga dijual dengan harga miring. Di antaranya, Beras medium SPHP dijual Rp11.000/kg atau Rp55.000/kemasan 5 kg (HET Rp12.500/kg). Gula pasir (ID Food) dijual Rp14.000/kg (HET Rp17.500/kg). Minyak goreng Minyakita dijual Rp13.000/liter (HET Rp16.000/liter). Telur ayam ras dijual Rp22.000/kg (HET Rp27.000/kg).

Yang terpenting adalah mendekatkan penjangkauan kepada masyarakat di mana bahan kebutuhan yang habis pakai berupa sembako tersebut dapat memberi manfaat bagi warga,” ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu juga mengapresiasi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang turut ambil bagian dalam pasar murah ini.

“Semangat teman-teman IKM sangat luar biasa. Dengan adanya kesempatan berjualan di sini, mereka bisa mendapatkan pemasukan secara maksimal,” tandasnya. (Bg)

Baca juga  Gubernur Jatim Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Adha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *