Dapur Umum Dinsos Jatim, Sediakan 4.000 Porsi Nasi untuk Keluarga Santri dan Relawan Alkhoziny

Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur membuka dapur umum di Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebanyak 150 personel diturunkan untuk melayani kebutuhan makan keluarga korban hingga relawan penanganan evakuasi runtuhnya mushalla pesantren tersebut.

“Di dapur umum ini kami memberikan layanan dasar, makanan maupun minuman. Termasuk kebutuhan-kebutuhan lain di tempat penampungan bagi keluarga yang anak-anaknya menjadi korban,” kata Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Jatim, Sukardi, Sabtu (4/10/2025).

Dalam kesempatan ini, Sukardi juga turun langsung meninjau dapur umum Al Khoziny Sidoarjo. Ia ingin memastikan pelayanan yang maksimal untuk para keluarga korban dan petugas di lapangan.

Baca juga  Pemprov Jatim Deklarasikan Sebagai Provinsi Event untuk Dongkrak Wisata

Ia menjelaskan, dapur umum menyediakan sebanyak 4.500 porsi makanan setiap hari, yang dibagi dalam tiga kali masak. Yakni, pagi, siang, dan malam, masing-masing sebanyak 1.500 porsi.

Menurut Sukardi, tenaga dapur umum yang berasal dari personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) itu, juga dibagi dalam tiga sesi. Sehingga mereka dapat bergantian untuk bisa beristirahat.

Mengenai jangka waktu layanan dapur umum, ia menyebutkan belum ada kepastian. Karena menyesuaikan dengan proses evakuasi yang hingga hari ini masih berlangsung.

“Kami belum ada informasi kapan selesai karena evakuasi juga butuh waktu ekstra. Kami mengikuti perkembangan sampai ada informasi evakuasi dinyatakan selesai,” ujarnya.

Sukardi menambahkan, untuk kebutuhan logistik dapur umum diperoleh dari Kementerian Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Serta berbagai organisasi masyarakat dan komunitas dari kelompok tani Kota Batu.

Baca juga  Dinas Pendidikan Jatim Ingatkan MPLS Wajib Tanpa Perpeloncoan

“Di antaranya dari Pasar Among Tani Kota Batu, yang sudah dua kali mengirim logistik sayur menggunakan dua unit kendaraan bak terbuka,” katanya. Selain itu, Dinsos Jatim juga menyalurkan kebutuhan lain seperti kasur, selimut, perlengkapan keluarga, serta makanan ringan untuk anak-anak.

Sedangkan untuk pendistribusian, kata Sukardi, dilakukan melalui relawan di lokasi. Ada juga yang diambil langsung oleh keluarga korban dan wali santri dari pondok.

“Dengan adanya dukungan logistik dari berbagai pihak, untuk kebutuhan masih mencukupi hingga saat ini. Kami juga memastikan pelayanan yang maksimal bagi keluarga korban maupun tim evakuasi,” katanya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *