BGN Atur SOP Pengantaran Pasca Insiden Mobil SPPG Tabrak Siswa

Badan Gizi Nasional (BGN) mengatur ulang standar operasional prosedur (SOP) pengantaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden mobil mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menabrak 20 siswa dan seorang guru SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyebut pengaturan itu mencakup ketentuan area pengantaran makanan hingga kualifikasi sopir operasional SPPG, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah larangan mobil pengantar MBG masuk ke halaman sekolah. Kendaraan mitra SPPG diwajibkan berhenti di luar pagar sekolah.

Baca juga  OJK Blokir 504 Ribu Rekening Kasus Scam, Dana Diamankan Rp633,5 Miliar

“Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman. Cukup diantar di depan pagar. Kenapa? Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak itu kan sering lari-lari di halaman,” kata Nanik dalam keterangan resmi Ahad (14/12).

Selain pengaturan area pengantaran, BGN juga memperketat ketentuan terkait sopir operasional SPPG. Sopir diwajibkan merupakan pengemudi profesional, bukan sopir lepas atau individu dengan profesi lain, terlebih yang baru belajar mengendarai mobil.

“Harus punya SIM, tidak sekadar SIM A, karena SIM A sudah kayak SIM C, asal dapat. Kenapa tidak asal SIM A? Supaya dia menguasai pemakaian mobil matic ataupun manual. Dia harus berprofesi sopir,” kata Nanik.

BGN juga menetapkan kriteria lain bagi sopir operasional SPPG, termasuk mengenal medan dan jalur distribusi, memiliki kepribadian baik, tidak pernah terlibat kasus narkoba, serta dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Baca juga  Bursa Efek Indonesia Respons Anjloknya IHSG Nyaris 5 Persen

Mitra SPPG diminta tidak sembarangan merekrut sopir hanya demi menekan biaya.

“Saya minta perhatian sama mitra, jangan karena anda mau bayar murah, lalu main cabut saja, Sekarang saya rekomendasikan agar SPPG itu di-suspend dalam waktu yang tidak ditentukan. Nanti kalau ada kejadian, saya pun akan merekomendasikan hal yang sama kepada bapak ibu,” kata mantan wartawan senior itu. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *