Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan Operasi Perbantuan Pascabencana hingga hari ke-18 di sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatra.
Salah satunya, pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih juga terus dikejar. Di Aceh Tamiang, realisasi pembangunan sumur bor telah mencapai empat dari target 10 unit,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera, Ferdian, Sabtu (20/12/2025).
Sementara di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pemenuhan air bersih telah terealisasi di empat dari 16 nagari.
“Meski menghadapi kendala medan yang berat, Kemenhut tetap berkomitmen menuntaskan target ini guna menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat,” sambungnya.
Ferdian menyebut, tim Manggala Agni Kemenhut juga melaksanakan pembersihan pascabanjir di sejumlah titik, seperti di Kantor Resort BKSDA Aceh, Langsa.
Pembersihan juga dilakukan di sejumlah sekolah di Tenggulun, Aceh Tamiang. Di Tenggulun, tim juga sekaligus menyalurkan suplai air bersih bagi masyarakat.
Sementara di Sumatra Barat, timnya juga melanjutkan pembersihan drainase, fasilitas umum, dan rumah warga di Kecamatan Nanggalo, Padang.
Selanjutnya, di Sumatra Utara, tim Kemenhut juga melakukan pembersihan rumah warga di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara sekaligus mendistribusikan bantuan.
Disampaikan Ferdian, operasi perbantuan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus bentuk sinergi lintas unit di lingkungan Kemenhut dan para pemangku kepentingan daerah.
“Sejak hari pertama hingga hari ke-18 ini, Manggala Agni kami kerahkan tidak hanya untuk pembersihan pascabanjir, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih hingga bantuan logistik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ferdian menyebut, ke depannya Kemenhut berkomitmen melakukan langkah korektif pascabencana melalui rekonstruksi kawasan hutan yang berpotensi bencana serta rehabilitasi wilayah terdampak di Aceh, Sumut dan Sumbar.
“Sesuai tugas dan kewenangannya, Kemenhut akan memfokuskan upaya pada penghijauan lahan kritis serta penindakan tegas terhadap perusakan hutan guna memulihkan fungsi ekologis dan menekan risiko bencana serupa di masa mendatang,” pungkasnya. (Ym)






