Ribuan pelayat memadati Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat, Ponorogo, Jawa Timur, untuk menshalatkan jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi pada Ahad (4/1/2026) pagi.
Sejak pagi hari, rumah duka di kompleks PMDG dipadati pelayat yang datang dari berbagai daerah.
Alumni, santri, hingga tokoh nasional silih berganti menyampaikan belasungkawa kepada keluarga sebelum jenazah diberangkatkan ke masjid untuk disalatkan. Hal itu menjadi salah satu penanda besarnya pengaruh almarhum di dunia pesantren di Indonesia.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai almarhum sebagai sosok teladan yang memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan peran pesantren di Indonesia. Salah satu pemikiran almarhum yang dinilai berdampak luas adalah lahirnya Undang-Undang Pesantren.
“Salah satu pemikiran beliau adalah lahirnya Undang-Undang Pesantren. Saya menyaksikan langsung bahwa itu bagian dari perjuangan beliau demi kemaslahatan pesantren, bukan hanya Gontor, tetapi pesantren di seluruh Indonesia,” kata HNW,
Menurut HNW, kiprah almarhum tidak hanya tercermin dari gagasan besar, tetapi juga dari kedekatannya dengan santri dan alumni. Meski mengemban amanah sebagai pimpinan pondok, almarhum dikenal rendah hati dan mudah berbaur.
“Beliau sering memberi saran dan masukan kepada para alumni. Bukan hanya Gontor yang kehilangan, tetapi Indonesia juga kehilangan sosok beliau,” ujarnya.
Selain HNW, salah satu yang hadir di pemakaman itu adalah Abu Bakar Ba’asyir, pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo. Ia tampak mengikuti rangkaian prosesi pemakaman hingga doa bersama di area pemakaman.
Ba’asyir tampak khusyuk mengikuti doa sebelum Almarhum Prof Zarkasyi dimakamkan. Ba’asyir tampak duduk berdampingan dengan KH Hasan Abdullah Sahal dan berbaur dengan ribuan barisan pelayat yang hadir.
Usai disalatkan, jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi doa dan penghormatan terakhir dari para pelayat.
Meski telah dimakamkan, arus pelayat terus berdatangan ke kawasan Pondok Gontor. Para pelayat tampak tertib mengikuti rangkaian prosesi, mencerminkan suasana duka yang mendalam atas wafatnya salah satu tokoh sentral Gontor tersebut.
Semasa hidupnya, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan sistem pendidikan Pondok Gontor. Dedikasi dan pemikirannya menjadikan almarhum dihormati oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepergian Prof. Amal Fathullah Zarkasyi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dan umat Islam di Indonesia. (Ym)






