Tolak Wacana Pilkada Via DPRD, Partai Buruh Ingatkan Semangat Reformasi

Partai Buruh menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD yang didorong sejumlah fraksi di DPR baru-baru ini.
Partai Buruh menegaskan sikap untuk mendukung pilkada tetap digelar secara langsung.

“Partai Buruh tetap berpendapat bahwa Pilkada harus dipilih langsung oleh rakyat karena merupakan cerminan kehendak rakyat dan amanat Reformasi,” ujar Presiden Partai Buruh, Said Iqbal dalam keterangannya, Ahad (4/1/2026).

Iqbal menyebut pilkada langsung merupakan cermin kedaulatan rakyat. Sebab, rakyat bisa melihat rekam jejak calon pemimpin mereka dari banyak sumber, termasuk media sosial.

Dia menepis asumsi yang menyebut pilkada tak langsung atau melalui DPRD dapat menekan praktik politik uang. Menurut Iqbal, pilkada tak langsung justru membuat politik transaksional yang semakin tinggi.

Baca juga  DPR Sebut Pilkada Melalui DPRD Punya Dasar Konstitusional

“Kalau dipilih lewat DPRD, potensi money politic akan terjadi secara lebih brutal karena ongkosnya jauh lebih murah. Cukup dengan segelintir anggota DPRD, dugaan permainan uang sangat mungkin terjadi,” katanya.

Iqbal menambahkan, sumber tingginya ongkos politik dalam pemilu selama ini bukan pada mekanisme pemilihan langsung, melainkan pada praktik politik uang.

Dia pun mengingatkan bahwa pilkada langsung merupakan hasil perjuangan panjang reformasi yang di dalamnya ada darah rakyat, mahasiswa, dan buruh yang tertumpah demi memastikan presiden dan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.

“Kenapa kita harus mundur ke sistem yang pernah gagal? Reformasi belum lama kita jalani,” katanya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *