Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara statistik berhasil .
Menurutnya Program tersebut telah menjangkau 55 juta penerima manfaat selama satu tahun pelaksanaan.
Presiden menilai capaian tersebut membanggakan karena kecepatan implementasi program nasional. Program MBG dijalankan dalam skala besar sejak awal pemerintahan.
“Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif, statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99,99% berhasil. Tentunya kita harapkan zero defect, tidak kita puas dengan kekurangan nol koma nol sekian, bagi kita sesuatu yang harus diatasi,” ucap Presiden dalam Taklimat Awal Tahun di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Presiden membandingkan capaian Indonesia dengan Brasil yang menjalankan program serupa. Brasil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat.
“Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui, contoh Brasil, butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” ujar Presiden.
Meski demikian, Presiden mengakui program MBG masih memiliki kekurangan. Ia menyebut program sebesar ini tidak mudah dilaksanakan tanpa tantangan.
“Apakah ada kekurangan? Ada. Usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan,” ucapnya.
Pemerintah, lanjut Presiden, terus melakukan pengawasan dan pengamanan program. Langkah perbaikan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Tapi alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang mengatasi terus langkah demi langkah pengawasan. Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan, tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” ucap Kepala Negara. (Ym)











