Menteri ESDM Setop Impor Solar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai awal tahun ini. Ia menegaskan sudah tidak mengeluarkan izin impor untuk produk tersebut.

Kebijakan ini sejalan dengan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang bakal diresmikan Presiden Prabowo Subianto sore ini.

“Begitu (proyek ini) diresmikan, maka insyaallah kita tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar. Kita sudah mulai tahun ini, saya tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Mulai tahun ini enggak lagi,” ujar Bahlil di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Menurutnya, apabila masih ada impor solar yang masuk di tahun ini, maka kemungkinan sisa pengiriman dari izin tahun lalu. Pasalnya, masih ada solar yang sudah diimpor tapi belum sampai di dalam negeri.

Baca juga  BAZNAS Buka Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

“Andaikan ada yang masuk di bulan ini atau bulan depan, itu berarti sisa impor 2025. Tetapi tahun ini Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan izin impor,” jelasnya.

Bahlil merinci, izin impor yang disetop total adalah solar jenis CN48. Sementara, untuk yang CN51 masih impor tapi hanya sampai paruh tahun ini saja.

“Untuk CN 48 sama sekali sudah setop impor. CN 51-nya semester dua tidak kita impor lagi. Semester dua tahun ini,” terangnya.

Dengan demikian,  PT Pertamina (Persero) akan memproduksi semua jenis solar mulai Juli 2026. Seluruh perusahaan swasta hanya bisa membeli ke perseroan.

Baca juga  Pemerintah Tegaskan MBG Jalan Terus, Pastikan Tata Kelola Lebih Baik

“Semuanya (jenis solar bisa diproduksi Pertamina),” tegasnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *