KNKT: Black Box Pesawat ATR Jadi Kunci Mengungkap Penyebab Kecelakaan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara resmi menerima penyerahan kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Penyerahan benda vital berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ini dilakukan pada hari keenam operasi SAR. Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan arti vital penemuan dua kotak hitam tersebut.

Soerjanto mengatakan perangkat tersebut menjadi kunci mutlak untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut secara akurat.

“Diketemukannya black box ini dimaksudkan adalah untuk menjawab teka-teki apa penyebab dari kejadian tersebut,” kata Soerjanto, dalam konferensi pers, Makassar, Kamis (22/1).

Soerjanto merinci Cockpit Voice Recorder (CVR) yang ditemukan memiliki empat saluran rekaman yang mencakup komunikasi pilot dengan ATC, antar pilot, suara kokpit kabin, hingga suara latar (area mic).

“Jadi segala macam suara yang ada di dalam kokpit itu akan terdengar. Dan apa pembicaraan antara kedua pilot ini juga akan terdengar. Nah, itu juga menjadi satu bahan untuk evaluasi,” kata Soerjanto.

Sementara itu, Flight Data Recorder (FDR) menyimpan sekitar 88 parameter penerbangan penting seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.

“Ketinggian, kecepatan, segala macam, yang berisi data penerbangan,” ujarnya.

“Jadi sekali lagi, bahwa dengan ditemukan black box ini, teka-teki apa yang terjadi di kecelakaan ini bisa kita ungkap dengan lebih tepat. Jadi kita tidak berdasarkan kira-kira, tapi benar-benar berdasarkan data yang bisa kita pegang keakurasiannya,” sambungnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed