Khofifah Akui Anggaran Terbatas untuk OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) masih mengalami keterbatasan anggaran untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir bandang.

Saat ini, Pemprov Jatim hanya mampu melaksanakan OMC di dua hingga tiga titik per hari, padahal kondisi cuaca idealnya membutuhkan OMC di lebih banyak lokasi.

“Kami sudah melakukan OMC sejak 5 Desember lalu,” ujar Khofifah Sabtu (24/1).

Khofifah menjelaskan, pada Januari 2026 terjadi peningkatan signifikan risiko hydrometeorology hingga tiga kali lipat dibandingkan Desember 2025.

“Pada Januari ini, hydrometeorology meningkat menjadi 58 persen. Sementara pada Desember lalu hanya sekitar 20 persen,” tuturnya.

Baca juga  Pemprov Jatim Deklarasikan Sebagai Provinsi Event untuk Dongkrak Wisata

Dengan kondisi tersebut, idealnya lima titik OMC dilakukan setiap hari. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemprov Jatim hanya mampu menjalankan OMC di dua sampai tiga titik, sehingga dua titik lainnya belum tertangani.

Dalam kunjungannya, Khofifah meninjau dua lokasi terdampak bencana terparah, yakni Desa Lubawang dan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

Ia juga melihat langsung kondisi tanggul sungai yang jebol, yang menjadi pemicu banjir bandang.

“Kami akan melakukan perbaikan aliran sungai. Untuk sementara, dilakukan pemasangan bronjong berlapis agar mampu menahan debit air yang besar,” jelasnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *