Muskerber ke-8 MWCNU Gubeng Usung Tema Merawat Tradisi, Membangun Koneksi, Berkhidmah Setulus Hati

Musyawarah Kerja Bersama (Muskerber) ke-8 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya resmi dibuka Mustasyar PCNU Surabaya KH Farochi Harun pada Sabtu malam (31/1) di Trawas, Mojokerto.

Selama dua hari hingga Ahad (1/2), musyawarah Mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Koneksi, Berkhidmah Setulus Hati”.

Agenda ini menjadi momentum penguatan organisasi di tingkat akar rumput.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Gubeng, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, hingga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Dalam rangkaian pembukaan, dilakukan pula penyerahan simbolis Kitab Burdah dan Buku Kaderisasi NU sebagai pedoman amaliah dan penguatan ideologi kader.

Baca juga  KPPU - MUI Perkuat Kolaborasi Kawal Kemitraan UMKM Serta Persaingan Usaha Sektor Syariah

Dalam sambutannya, KH Farochi yang juga Rois Syuriyah MWCNU Gubeng menekankan pentingnya kontinuitas dalam berorganisasi.

“Hari ini kita melanjutkan tugas kewajiban sebagai pengurus NU. Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim, Muskerber malam ini dinyatakan dibuka,” ucap KH Farochi Harun saat memberikan arahan kepada para peserta.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Gubeng KH Samsuri menegaskan bahwa tema tersebut Tujuannya untuk mensolidkan diantara pengurus NU diwilayah Gubeng dan saling berkoordinasi.

“Sehingga sinergisitas program MWCNU & Ranting diwilayah Gubeng akan senantiasa terjaga,” ungkapnya.

Yang kedua, kata KH Samsuri, saling memahami peran masing-masing untuk berupaya menjalankan mandat organisasi yang tertuang didalam AD/ART.

‘Serta Perkum yg menjadi Ruh dalam berorganisasi,” tegasnya

Baca juga  Teladan! Abdul Mu'ti Wakafkan 4 Bidang Tanah ke Muhammadiyah

Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Masduki Toha, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi MWCNU Gubeng. Menurutnya, di usia NU yang telah mencapai satu abad, kebanggaan menjadi warga Nahdliyin harus dibarengi dengan manajemen organisasi yang tertib.

“Saya bangga dengan Gubeng. Wajah khidmatnya totalitas, tidak setengah-setengah. Program mingguan, bulanan, hingga tahunan semua berjalan. Gubeng adalah organisasi paling taat karena rutin menggelar Musker setiap tahun. Kita harus belajar dari yang terbaik,” tegas KH Masduki Toha.

Beliau juga mengingatkan bahwa keberadaan NU yang diterima oleh mayoritas muslim di Indonesia (57 persen) adalah bukti nyata keberkahan organisasi. Musker ini diharapkan menjadi sarana evaluasi agar program-program MWCNU Gubeng terus memberikan dampak nyata bagi jamaah. Bg

Baca juga  PKS Silaturahmi ke PCNU Surabaya, Sinergi Wujudkan Kemajuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *