Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan bantuan berupa rehabilitasi masjid dan 500 rumah untuk korban bencana yang tersebar di daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal itu diberikan secara simbolis dalam rangkaian acara kegiatan Pengukuhan dan Taaruf Pengurus MUI 2025-2030 di Jakarta.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, H Nusron Wahid, bantuan tersebut sebagai wujud komitmen kelembagaan MUI dalam membantu pemerintah menangani bencana.
“Majelis Ulama Indonesia secara kelembagaan, mempunyai komitmen bersama untuk membantu pemerintah dalam hal penanganan bencana,” ujar dia dalam keterangan resmi MUI, Ahad (8/2/2026).
Dalam laporannya, dia menyampaikan bahwa MUI telah turun ke lapangan. Nantinya, MUI dipastikan terlibat dalam melakukan rehabilitasi Masjid di Aceh, di Sumatera Utara,dan juga di Sumatera Barat.
MUI juga akan membantu meringankan beban para korban bencana dengan memberikan dana rehabilitasi untuk rumah para korban, utamanya dari guru ngaji, marbut masjid, dan penyintas bencana.
“MUI juga akan membantu meringankan beban, merehabilitasi rumah para korban bencana terutama dari kalangan guru ngaji dan marbut masjid, yang rumahnya rusak berat maupun rusak ringan,” sampainya.
Dengan itu, ia pun menegaskan bahwa pemulihan pasca bencana tidaklah semata-mata tugas pemerintah, tetapi tugas bersama sebagai sesama bangsa.
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden, para donator, dan seluruh umat Islam yang telah sudi mendonasikan dananya melalui MUI. Menurutnya, MUI akan menyalurkan donasi dengan seadil-adilnya dan transparan.
“Ini semua kita lakukan dalam rangka membantu pemerintah, untuk membersamai saudara-saudara kita yang terdampak. Karena pemulihan pascabencana ini tidak semata-mata tugas pemerintah, tapi tugas kita semua sebagai bangsa dan negara,” kata dia. (Ym)






