Mentan Pastikan Stok Pangan Indonesia Lebih dari Cukup

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan langsung kondisi ketersediaan pangan nasional menyusul eskalasi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Amran memastikan stok pangan Indonesia dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.

“Sempat ditanya Pak Presiden (soal dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap stok pangan nasional), pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi sangat inti untuk Indonesia itu karbohidrat dan beras,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Menurut Amran, beras merupakan komoditas paling strategis bagi Indonesia. Sementara untuk sumber pangan lain, masyarakat masih memiliki berbagai alternatif substitusi.

Baca juga  Sinergi Ekonomi, PCNU dan Kadin Surabaya Berkomitmen Bangun Kemandirian Umat

Ia mencontohkan jika daging tidak tersedia, bisa diganti telur atau ikan. Untuk sumber karbohidrat, selain beras masih ada ubi dan singkong.

“Kalau enggak ada daging bisa telur, kalau enggak ada telur bisa ikan. Kalau karbohidrat kita bisa subtitusi ke ubi dan singkong. Swasembada beras kita sudah dominan, apalagi ada telur, ada ayam, jagung aman sudah,” ujarnya.

Ia juga memaparkan kondisi stok beras nasional yang disebut dalam posisi tinggi. Saat ini, stok beras berada di kisaran 3,67 juta ton dan diperkirakan mencapai 3,7 juta ton dalam waktu dekat. Amran menyebut angka tersebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia.

“Besok insya Allah (stok beras nasional) 3,7 juta ton, tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Perkiraan April 5 juta ton tanpa impor. Gudangnya hanya 3 juta ton kapasitasnya, kami minta sewa gudang 2 juta (ton) untuk antisipasi beras yang masuk enggak ada tempat,” jelasnya. Bg

Baca juga  Rupiah Makin Ambruk, Rp 17.668 per Dolar AS Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *