Angka kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran 2026 meningkat dibanding dengan tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis Kepolisian Republik Indonesia, terjadi kenaikan sebesar 1,97 persen dibandingkan 2025. Meski begitu, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan justru mengalami penurunan.
Selama enam hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, yakni pada 13 hingga 18 Maret 2026, Polri mencatat sebanyak 935 kasus kecelakaan di berbagai jalur utama mudik. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia mencapai 106 orang.
Data tersebut dibagikan melalui akun Instagram Divisi Humas Polri. Dalam keterangannya, pihak kepolisian mengingatkan para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Dari 13-18 Maret 2026, tercatat 935 kasus dengan 106 korban meninggal dunia. Jadi, jangan cuma fokus cepat sampai ya, yang penting selamat sampai,” demikian keterangan pada Jumat (20/3/2026).
Dalam periode yang sama, tercatat 196 orang mengalami luka berat, sementara 1.554 lainnya mengalami luka ringan. Adapun kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp2,3 miliar. “Arus Mudik Lebaran yang semakin ramai membawa harapan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Yuk, lebih hati-hati dan tetap taat aturan lalu lintas biar perjalanan tetap aman,” terangnya.
Polri kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama perjalanan mudik. “Pengendara diimbau untuk melakukan jaga jarak aman serta perhatikan batas kecepatan saat berkendara. Selalu waspada terhadap kondisi jalan, utamakan keselamatan, pastikan saldo e-toll cukup dan mematuhi arahan petugas di lapangan,” terangnya. (Ym)







