DPR Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI di Lebanon

DPR mendesak pemerintah menarik pasukan perdamaian TNI di Lebanon usai satu prajurit tewas akibat serangan zionis Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL)

Dave menilai keberadaan TNI dalam pasukan perdamaian PBB di wilayah tersebut harus menjadi evaluasi setelah insiden tersebut. Dia terutama mempertanyakan misi awal pengiriman pasukan.

“Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan atau pun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” kata Dave Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono di kompleks parlemen, Senin (30/3).

Komisi I DPR, kata dia, turut menyatakan belasungkawa atas insiden tersebut. Dave menuturkan pihaknya saat ini juga masih menunggu informasi resmi dari TNI.

Baca juga  TNI Kembali Terjunkan 744 Prajurit ke Lebanon

Namun, dia mendesak investigasi mendalam terhadap serangan yang bukan hanya menewaskan satu prajurit, namun menyebabkan dua prajurit TNI lain mengalami luka-luka.

“Ini serangannya itu dari mana, siapa yang menyerang, titiknya itu mau nyerang ke mana hingga akhirnya ada korban kita. Apakah dia itu berada di tempat yang salah atau karena apa namanya info yang salah dari pihak penyerang,” kata Dave.

Menurut Dave, opsi untuk menarik pasukan dari misi perdamaian PBB harus dipertimbangkan serius oleh pemerintah. Terlebih, kata dia, langkah tersebut sebelumnya telah diambil Italia.

“Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana,” kat Dave.

Baca juga  Soal WNI di Tahan Israel, Kemlu Berupaya Verifikasi Kondisi dan Posisi Terkini

“Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi,” imbuhnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *