Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kasus yang membuat Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Kasus yang tengah diselidiki terkait pemerasan.
“(Terkait kasus) Pemerasan,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Sementara Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan, dari hasil OTT ini, penyidik turut menyita sejumlah uang tunai. Namun dia belum merinci total uang tunai yang diperiksa
“Dalam kegiatan ini tim juga mengamankan barang bukti diantaranya dalam bentuk uang tunai,” jelas Budi.
Total ada 13 orang yang dibawa penyidik ke gedung Merah Putih KPK dari hasil OTT di Kabupaten Tulungagung kali ini. Sebanyak 12 orang dari lingkup pemerintah dan satu orang swasta.
“Ke-13 orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, yaitu Bupati, dua belas orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dan satu orang merupakan pihak lainnya,” ujar Budi.
Gatut merupakan Bupati Tulungagung periode 2025-2030 setelah menang Pilkada 2024 bersama wakilnya, Ahmad Baharudin.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat pasangan Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin menang pada Pilkada Tulungagung 2024 dengan perolehan 50,72 persen suara.
Ia sebelumnya adalah kader PDIP, namun keluar dan bergabung ke Partai Gerindra sebelum pemilihan. Gatut sempat menjadi Wakil Bupati Tulungagung 2019-2023. Ia juga dikenal sebagai pengusaha toko bangunan. (Ym)






