Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Jawa Timur, Dr. KH. As’adul Anam, resmi membuka gelaran Islamic Travel Expo ASPHIRASI 2026 di Atrium Royal Plaza, Surabaya, Rabu (15/4). Pameran ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus jaminan keamanan bagi masyarakat dalam memilih biro perjalanan umrah dan haji.
Dalam sambutannya, As’adul Anam menyampaikan apresiasi atas inisiasi Asphirasi dalam penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, event ini merupakan langkah konkret untuk membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai ibadah ke Baitullah.
“Ini menjadi sebuah event edukasi kepada masyarakat. Penyelenggara sudah membantu kami menyampaikan informasi terkait ibadah umrah atau haji yang aman,” ujar As’adul Anam di Surabaya, Rabu (15/4).
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta pameran ASPHIRASI merupakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah mengantongi izin resmi. Hal ini krusial mengingat mayoritas permasalahan umrah di Jawa Timur dipicu oleh biro perjalanan yang ilegal.
“Hampir seluruh permasalahan umrah di Jawa Timur rata-rata disebabkan oleh biro yang belum memiliki izin. Saat ini, kami sedang memproses hukum beberapa biro travel tak berizin yang nekat melakukan penjualan di wilayah seperti Sumenep, Banyuwangi, Situbondo, hingga Jember,” tegasnya.
Lebih lanjut, As’adul memaparkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi pasar yang sangat besar secara nasional. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.250.000 jemaah haji yang terdaftar di Jawa Timur, menjadikannya yang terbanyak di Indonesia. Begitu pula dengan pasar umrah, di mana Jawa Timur berkontribusi sebesar 20 persen dari total jemaah nasional.
“Jawa Timur adalah pasar yang memiliki potensi sangat tinggi, baik untuk Haji Reguler, Haji Plus, maupun Umrah. Karena pangsa pasarnya sangat potensial, jaminan legalitas travel menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. Bagus






