Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 kembali menggunakan Mecca Route atau fast track. Kini ada 4 bandara di Indonesia yang menggunakan jalur tersebut sehingga jemaah tidak perlu antre imigrasi di Arab Saudi.
Sebelumnya fast track diterapkan di tiga bandara yaitu Soekarno-Hatta (Jakarta), Juanda (Surabaya), dan Adi Soemarmo (Solo). Pada tahun ini akan ditambah satu bandara lagi yaitu Sultan Hasanuddin (Makassar).
Hal itu diungkapkan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.
“Tahun ini kami menambah layanan Mecca Route di Makassar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Agus menambahkan, layanan ini memungkinkan jemaah haji menjalani proses pemeriksaan dokumen dan stempel paspor di Indonesia. Sehingga mereka tidak perlu mengantre di loket imigrasi saat tiba di bandara Jeddah maupun Madinah.
“Mudah mudahan ini bisa memperlancar keberangkatan jemaah haji kita yang akan menjalankan ibadah pada tahun ini,” katanya.
Layanan fast track untuk jemaah haji Indonesia pertama kali dilaksanakan pada 2018.
Pemerintah Indonesia juga menerapkan proses imigrasi yang lebih mudah yaitu immigration seamless. Saat kembali ke Tanah Air, jemaah cukup melewati koridor yang sudah disiapkan lewat pengenalan wajah.
“Kami akan menerapkan proses imigrasi yang lebih mudah,” kata Agus.
“Sehingga, saat jemaah kembali, mereka cukup melewati koridor yang sudah disiapkan melalui pengenalan wajah,” imbuh Agus.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan ada keistimewaan jemaah haji Indonesia yang menggunakan layanan tersebut. Yaitu mereka bisa langsung bergegas ke bus untuk menuju hotel di Saudi.
“Yang dimaksud Mecca Route itu pemeriksaan imigrasi di Saudi dilaksanakan di sini, Sehingga jemaah sampai di sana sudah tidak ada pemeriksaan lagi dan langsung menuju bus menuju penginapan,” pungkasnya. (Ym)






