Kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kawasan pesisir merupakan bagian upaya penguatan ekonomi daerah melalui akses bahan bakar minyak (BBM) yang lebih mudah, terjangkau, dan tepat sasaran bagi nelayan.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam peresmian SPBUN Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan. Ia menyatakan bahwa SPBUN merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.
SPBUN berbasis koperasi ini dinilai mampu menekan biaya operasional, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong pengelolaan potensi kelautan secara modern dan berkelanjutan, dengan koperasi sebagai pilar utama penguatan ekonomi rakyat.
“Kehadiran negara (melalui pendirian SPBUN) ini InsyaAllah dapat mengubah tatanan ekonomi yang ada di sini dan harapannya nanti bisa mengubah fakta-fakta yang menyedihkan sebelumnya,” kata Ferry, Selasa (28/04).
Ferry kemudian mendorong penyelenggaraan lebih banyak SPBUN, khususnya di wilayah-wilayah pantai atau pesisir yang memiliki banyak nelayan.
Ia mengingatkan, dalam upaya menghadirkan SPBUN itu, dibutuhkan sinergi antara program Kampung Nelayan Merah Putih dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keduanya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, serta berperan sebagai penyangga distribusi kebutuhan pokok dan hasil produksi masyarakat.
“Kelompok masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai itu merupakan kelompok masyarakat yang relatif miskin sehingga lebih butuh dukungan, butuh bantuan dari semua pihak termasuk dari pemerintah (melalui pembangunan SPBUN),” katanya. Bg












