[4/5, 16.46] Yunus: Wali Kota Surabaya Lepas Jamaah Haji dan Titip Doa

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melepas tiga kelompok terbang (kloter) jamaah haji, asal Surabaya yang mulai memasuki tahapan pemberangkatan di Hall Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (4/5). Ketiga kloter tersebut yakni kloter 50, 51, dan 52.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan sejumlah pesan penting, kepada para calon tamu Allah SWT, sebelum menjalani rangkaian ibadah haji.

“Alhamdulillah, tahun ini Surabaya memberangkatkan beberapa kloter. Kami berpesan agar jamaah saling menjaga dan membantu satu sama lain, karena ibadah haji membutuhkan kebersamaan dan kerja sama,” kata Wali Kota Eri.

Setelah prosesi pelepasan, jamaah menjalani serangkaian tahapan penerimaan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, termasuk tes urine bagi perempuan di bawah usia 55 tahun, hingga pembagian kelengkapan seperti akomodasi, uang saku (living cost), paspor, penempatan kursi pesawat, dan kartu rute perjalanan (kartu rusuk).

Seluruh proses berlangsung tertib dan relatif cepat. Pemeriksaan kesehatan yang dibagi dalam dua titik, serta penempatan kloter di gedung berbeda, dinilai mampu memangkas antrean.

Wali Kota Eri mengapresiasi peningkatan pelayanan tersebut. Ia menyebut, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, proses penerimaan kini jauh lebih efisien.

“Dulu antreannya cukup panjang. Sekarang lebih cepat dan tertata. Ini luar biasa, kami berterima kasih kepada Kementerian Agama dan seluruh petugas haji,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri juga mengingatkan jamaah, untuk bersiap menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, dengan suhu byang dapat mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius.

“Jamaah diimbau menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta memperbanyak konsumsi air putih,” imbuhnya.

Selain faktor fisik, ia menekankan pentingnya kesabaran selama menjalani rangkaian ibadah, khususnya saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang kerap mengharuskan jamaah saling menunggu.

“Kalau ada yang kurang sehat, segera lapor ke petugas. Setiap kloter sudah ada tenaga medisnya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Eri juga menitipkan doa kepada para jamaah, untuk Kota Surabaya. Ia berharap keberangkatan haji tahun ini membawa keberkahan, bagi kota dan seluruh warganya.

“Semakin banyak warga yang berhaji, insyaa Allah Surabaya semakin berkah. Kami titip doa agar kota ini semakin guyub, rukun, dan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Baca juga  Kendalikan Banjir Pemkot Surabaya Integrasikan Saluran dan Tata Elevasi Air

Ia berharap seluruh jamaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah, hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga meyakini, melalui perjalanan haji ini, para jamaah akan semakin kuat dalam iman.

Wali Kota Eri menambahkan, dirinya berencana berangkat pada 19 Mei mendatang dan berharap, dapat bertemu dengan jamaah di Tanah Suci.

“Semoga perjalanan ini diberi kelancaran, keselamatan sejak berangkat hingga kembali ke Surabaya. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan panjenengan (anda), mengabulkan hajat, dan menjadikan ibadah haji ini, sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya. (yunus)
[4/5, 16.56] Yunus: Kendalikan Banjir Pemkot Surabaya Integrasikan Saluran dan Tata Elevasi Air

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus memacu upaya pengendalian banjir di wilayah selatan. Langkah itu dilakukan dengan menitikberatkan, pada integrasi sistem saluran, serta penataan elevasi air agar aliran dapat berjalan lebih optimal.

Untuk memastikan rencana tersebut berjalan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peninjauan langsung, ke sejumlah titik pada Senin (4/5). Lokasi yang dikunjungi meliputi Rumah Pompa Jalan Ahmad Yani, Jalan Gayungsari Barat, hingga Rumah Pompa Nanggala, di Dukuh Menanggal.

Selain itu, ia juga meninjau sejumlah saluran yang terhubung, dengan Rumah Pompa Ahmad Yani, seperti di Jalan Raya Jemursari, Jalan Raya Kendangsari, dan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo.

Dalam setiap peninjauan, Wali Kota Eri memberikan arahan, kepada jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta camat dan lurah, untuk memastikan konektivitas antar saluran, dapat berfungsi secara maksimal.

Ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak semata-mata disebabkan, oleh kapasitas saluran, tetapi juga karena belum terintegrasinya, sistem aliran air antarwilayah. Karena itu, langkah yang dilakukan saat ini, difokuskan pada penguatan konektivitas dan evaluasi jaringan saluran.

“Jadi hari ini kita meng-connectkan, mengoreksi, bagaimana satu area itu ter-connect, dengan area lainnya,” ujar Wali Kota Eri usai peninjauan.

Ia menjelaskan, konektivitas saluran harus dibangun secara menyeluruh, di wilayah Surabaya selatan. Kawasan itu di antaranya meliputi Gayungsari, Ahmad Yani, hingga terhubung ke Jalan Prapen, dan Tenggilis Mejoyo dan Panjang Jiwo. Sebab, jarak aliran menuju hulu di Avur Wonorejo, menjadi tantangan dalam sistem drainase kawasan tersebut.

“Karena seperti saya sampaikan (jarak ke) Avur Wonorejo itu jauh sekali. Mulai dari Karah ketemunya sampai setelah (RS) UBAYA (Tenggilis Mejoyo),” jelasnya.

Baca juga  Kota Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2027

Selain konektivitas, peninjauan tersebut juga difokuskan pada penataan elevasi saluran, yang dinilai menjadi salah satu penyebab kurang lancarnya aliran air. Pasalnya, Wali Kota Eri menemukan adanya perbedaan ketinggian, di sejumlah titik yang membuat aliran tidak berjalan optimal, meskipun saluran telah tersedia.

“Yang kedua kita memastikan semua elevasi. Elevasinya kita tata, karena tadi semua saluran sudah ada, tetapi ada beberapa elevasi yang dia tidak sama, atau lebih tinggi,” paparnya.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan kondisi di Dukuh Menanggal yang salurannya kering, sementara di Gayungsari masih terdapat air akibat perbedaan elevasi. Menurut dia, kondisi ini menunjukkan belum optimalnya sistem aliran, yang seharusnya saling terhubung.

“Sehingga kalau kita melihat, saluran (Dukuh) Menanggal itu kering, tapi saluran yang ada di Gayungsari dia ada airnya,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa aliran air seharusnya dapat mengarah ke saluran Dukuh Menanggal, untuk kemudian dipompa menuju Kali Perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Oleh karena itu, penyesuaian elevasi menjadi langkah penting, dalam memastikan sistem drainase berjalan efektif.

“Padahal airnya itu seharusnya dibuang ke saluran Menanggal, yang ditarik di Rumah Pompa Menanggal, dibuang di Kali Perbatasan. Maka semua elevasi kita samakan,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut, Wali Kota Eri berharap, lurah, camat, hingga kepala perangkat daerah, dapat memahami arah aliran air, sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan. Dengan demikian, penanganan banjir diharapkannya, dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Jadi dengan perencanaan hari ini, saya berharap semua lurah, camat, dan teman-teman sudah bisa mengetahui aliran air itu ke mana. Sehingga ke depan ketika melakukan perencanaan pembangunan ini, sudah terkoneksi,” pungkasnya. (yunus)
[4/5, 17.09] Yunus: HJKS 2026 Dongkrak Wisata, Kunjungan Diproyeksi Melonjak Signifikan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus mengakselerasi potensi pariwisata, selama perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) 2026, dengan menghadirkan berbagai konsep dan program baru, untuk menarik minat wisatawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan pada bulan Mei, diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan.

Menurutnya, proyeksi tersebut didorong oleh padatnya rangkaian kegiatan HJKS, termasuk dua event yang berhasil masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), serta momentum libur panjang (long weekend), yang tersebar sepanjang bulan Mei.

Baca juga  Diplomasi Hijau Indonesia-Jepang, KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

“Sebagai perbandingan, pada Mei 2025 lalu, tercatat kenaikan kunjungan ke destinasi wisata sebesar 12,5 persen, serta peningkatan okupansi hotel sebesar 4 persen, dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Herry, Senin (4/5).

Untuk memperkuat daya tarik tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah agenda unggulan. Di antaranya Festival Rujak Uleg: Rujak-Phoria yang akan digelar pada 9 Mei 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), serta Surabaya Vaganza: Festival of Lights pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, dengan rute dari Jalan Pahlawan menuju Balai Kota dan berpotensi berlanjut ke kawasan Bambu Runcing, dengan panggung utama di Balai Pemuda.

“Penguatan sport tourism juga dilakukan melalui multievent Piala Wali Kota, yang melibatkan sekitar 40 cabang olahraga. Berbagai event lari seperti Medic Run dan Surabaya Beach Fun Run turut meramaikan kalender kegiatan,” imbuhnya.

Dari sisi wisata belanja, Pemkot menghadirkan Surabaya Shopping Festival (SFF), yang diikuti 19 pusat perbelanjaan. Beragam hiburan lain juga disuguhkan, seperti konser di Jconnect Zone, Festival Tepi Pantai, Surabaya Sport Fashion Festival, serta rangkaian kegiatan menarik lainnya sepanjang Mei.

“Untuk mendukung keseluruhan agenda tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai paket dan promo khusus. Kolaborasi dilakukan dengan sejumlah pihak, di antaranya Grab dan Bluebird Group, untuk promo transportasi, serta KAI Daop 8 melalui program Vaganza Mini Fair, yang menghadirkan diskon perjalanan menuju dan dari Surabaya,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya bersama Bank Jatim, menghadirkan program subsidi harga tiket masuk, destinasi wisata sebesar Rp733 selama akhir pekan dan hari libur nasional, sepanjang Mei 2026. Program ini mencakup sejumlah destinasi, seperti THP Kenjeran, Museum 10 November, Wisata Perahu Kalimas, hingga Kebun Raya Mangrove.

Tak hanya itu, kerja sama juga dijalin dengan hotel dan agen perjalanan, untuk menghadirkan paket wisata selama HJKS. Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah program Guest Access saat Surabaya Vaganza, di mana tamu hotel dapat menikmati perhelatan tersebut, dari lokasi yang lebih strategis.

“Melalui berbagai program tersebut, kami berharap dapat menjadi stimulus signifikan, bagi perputaran ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan okupansi hotel dan menggeliatkan sektor wisata belanja di Surabaya,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *